Penjualan Confero Turun Lagi, Wuling Harus Bertindak Cepat

Penjualan Confero Turun Lagi, Wuling Harus Bertindak Cepat

Penjualan Wuling Confero turun lagi.

Wuling Confero memang semakin dikenal dan terus menjadi perbincangan masyarakat pecinta roda empat tanah air. Gebrakan yang dilakukan oleh PT. SGMW selaku pemegang merek Wuling di Indonesia ini tidak bisa dianggap main-main.

Kiprah Wuling dimulai dengan langkah yang cukup frontal yakni memasuki segmen tergemuk di Indonesia dengan meluncurkan MPV dengan harga Low namun fitur medium. Yup, kehadiran Wuling Confero series memang dinilai cukup frontal. Bayangkan, MPV dengan dengan tingkat kenyamanan dan fitur yang cukup baik, dijual dengan harga yang lebih murah dari low MPV atau setara dengan harga mobil bekas.

Dengan langkah yang cukup berani tersebut, setidaknya Wuling mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Wuling mulai dikenal baik di dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan slogan #mendingWuling sempat menjadi viral di dunia maya. Continue reading

Mobil Wuling, Harga, Opini, Asumsi dan Kenyataan

Mobil Wuling, Harga, Opini, Asumsi dan Kenyataan

Wuling Confero S 1.5L

Mobil Wuling ini memang cukup fenomenal. Sebagai pendatang baru, gebrakannya cukup berani dan langsung menjadi pusat perhatian masyarakat pecinta otomotif tanah air, setidaknya sampai sebelum kehadiran Mitasubishi Xpander. Yupz, Wuling memang menyita perhatian banyak pihak mulai dari masyarakat sebagai terget market roda 4, sampai pihak produsen roda 4 itu sendiri.

Jika saya boleh menebak atau berasumsi, kelahiran Xpander yang maju terlalu cepat juga ada sedikit pengaruh dari kemunculan Wuling Confero S ini. Xpander terpaksa harus cepat-cepat diluncurkan sebelum masyarakat berlarut-larut dalam euforia mobil wuling yang fitur dan kenyamanannya cukup baik dengan harga yang menggiurkan. tenang saja, itu hanya sebuah asumsi dan dugaan yang belum tentu sesuai dengan faktanya. Karena kita tidak akan pernah tahu dasar pengambilan keputusan dari Mitsubishi tersebut. yang kita tahu, sampai saat ini Xpander memang belum benar-benar siap untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Yah, begitulah dunia bisnis, harus pandai-pandai mengatur strategi untuk memenangkan pasar. Continue reading

Kecewa All New Terios 2018, Ini Komentar Pecinta Terios Lama

Kecewa All New Terios 2018, Ini Komentar Pecinta Terios Lama

Kecewa All New Terios 2018, Ini Komentar Pecinta Terios Lama

Daihatsu All New Terios 2018 sudah banyak diulas di channel youtube. Sebut saja autonetmagz, oto driver atau motomobi sudah mengulas tuntas tentang mobil ini mulai dari kelebihannya hingga kekurangan all new terios ini.

Di blog tercinta ini juga saya sudah menuliskan review tentang All New Terios 2008 ini secara lengkap mulai dari Exterior, Interior, Ruang penumpang dan sebagainya. Bagi yang belum baca tulisan tersebut, bisa langsung menuju tulisan sebelumnya yaitu “Interior All New Terios 2018 Xenia Banget” dengan cara klik disini…

Continue reading

Datsun Go Cross 2017 Harus Belajar dari Renault KWID dan Suzuki Ignis

Datsun Go Cross 2017 Harus Belajar dari Renault KWID dan Suzuki Ignis

Bro n Sist…

Datsun Go Cross dikabarkan akan mulai mengaspal di Indonesia di tahun 2017 ini. Sebelum kehadiran Go Cross, setidaknya ada dua mobil dengan genre Mini SUV yang telah terlebih dahulu beredar di Indonesia. Sebut saja Renault KWID dan Suzuki IGNIS.

Sama-sama lahir dengan genre Mini SUV, serta sama-sama didatangkan dari India, ternyata nasib Renault KWID dan IGNIS bagaikan bumi dan langit. Total penjualan Renault KWID selama berbulan-bulan mampu dilampaui oleh Suzuki IGNIS dalam 14 hari (bulan April) saja. Continue reading

Yamaha X-Max 250 Menggebrak Market Roda Dua

Yamaha X-Max 250 Menggebrak Market Roda Dua

Bro n Sist,
Spy shoot Yamaha X-Max 250 memang sudah beredar sejak 2 tahun lalu. Bahkan di tahaun 2015 tersebut saya sudah pernah membahas perkiraan harga Matic gambot Yamaha ini dengan metode perbandingan Harga Nmax ABS di Inggris vs Indonesia.

Baca:
Prediksi Harga X-Max 250 Sekitar 46 jutaan.

Yamaha X-Max 250 Menggebrak Market Roda Dua

Hari ini, meskipun belum dilakukan launching secara resmi, harga dan spesifikasi Yamaha X-Max 250 sudah banyak beredar di dunia maya dengan sumber yang valid yaitu salah satu petinggi YIMM. X-Max 250 yang dilengkapi Traction Control, ABS dan berbagai fitur canggih lainnya dibanderol Rp. 55 juta OTR Jakarta. Masih relevan dengan prediksi saya waktu itu sekitar 48 jutaan Versi ABS, seiring inflasi dan penambahan fitur.

Continue reading

Suzuki Mengorbankan Konsumen Bapak-bapak demi Desain GSX-S150 yang Agresif

Suzuki Mengorbankan Konsumen Bapak-bapak demi Desain GSX-S150 yang Agresif

Bro n Sist…
Kebali membahas tentang desain motor 150cc. Langkah Suzuki dengan mendesain GSX-S150 yang sangat terlalu sporty, menurut saya terlalu berani dan bisa dibilang nekad. Coba lihat foto diatas, desain Suzuki GSX-S150 terlalu aggressive dan terlalu kekinian untuk bapak-bapak. Kecuali bapak-bapak yang berjiwa muda. Hehehe

Bagaimana tidak, dengan desain jok yang terpisah dan cukup nungging, ditambah posisi footstep yang racy, menjadi kurang cocok untuk bapak-bapak apalagi emak-emak.

Sepertinya Suzuki sangat percaya diri terhadap kesuksesan GSX series tanpa perlu mengakomodir selera kebutuhan bapak-bapak.

Continue reading

All New Vixion, Semoga Bukan Blunder Mio J Jilid dua

All New Vixion, Semoga Bukan Blunder Mio J Jilid dua

All New Vixion, Semoga Bukan Blunder Mio J Jilid dua

Bro n Sist,
Kemarin, secara resmi YIMM telah meluncurkan Yamaha All New Vixion dan Vixion R. Yamaha All new Vixion meluncur menggantikan New Vixion Advance (NVA) yang mulai kewalahan meladeni Honda CB 150 R. Hal ini mengingatkan saya pada peluncuran Mio J 2012 lalu. Mio J meluncur menggantikan Mio Smile yang saat itu mulai kewalahan meladeni Honda Beat. Alih-alih menyelamatkan market share Mio Series, Mio J dengan desain yang kurang bisa diterima pasar justru kian tak berdaya menahan gempuran Honda Beat, terlebih beberapa waktu setelahnya, Honda meluncurkan Beat FI dengan Desain yang lebih bisa diterima pasar.
Continue reading

7 Alasan JANGAN Beli BMW 530i E34

7 Alasan JANGAN Beli BMW 530i E34

Bro n Sist…

Langsung saja, berikut ini 7 (tujuh) alasan kenapa Bro n Sist JANGAN beli BMW 530i E34 :

1. Model Jadul

Bro n Sist bisa lihat sendiri foto diatas, BMW E34 ini modelnya jadul banget. Meskipun kalo dipandang-pandang, terlihat cool juga sih.

2. Boros BBM

BMW ini pake mesin 3.000cc konvigurasi V 8 silinder DOHC 32 valve. 1 liter pertamax hanya cukup untuk 5 km perjalanan dalam kota Jogja. Atau hanya cukup untuk 7.9 km perjalanan luar kota Jogja – Bekasi. Boros kan? Meskipun borosnya cuma beda sedikit dibanding Kijang super 1.500 cc & Innova generasi pertama yang 2.000 cc.

3. Sparepart Mahal

Sebagai gambaran, harga fuelpump baru untuk BMW E34 ini sekitar 2 juta rupiah. Mahal kan Bro? Meskipun harga Fuel pump Camry juga mirip-mirip.

4. Harga Jual Jatuh

Harga jual Mobil ini kurang dari 60 juta, kadang bisa dibawah 50 juta. Lebih murah dibanding motor 250cc keluaran terbaru. Benar-benar jatuh! Meskipun harga belinya juga sekitar itu.

5. Pajak Mahal

Pajak tahunan mobil 3.000 cc ini lumayan mahal Bro. Sekitar Rp. 2.000.000 per tahun. Mahal kan? Meskipun pajak tahunan LCGC saat ini juga mendekati 2 juta.

6. Merusak Selera Berkendara

Yang satu ini pengalaman pribadi dan hampir semua teman pemakai BMW E34, khususnya 530i. Terbiasa mengendarai E34 membuat selera berkendara rusak parah! Menhendarai mobil lain jadi terasa kurang nyaman. Bagaimana tidak, saat mengendarai Toyota Fortuner 2008, saya masih mengeluhkan suspensi tetlalu keras dan akselerasi kurang, padahal Fortuner sendiri jauh lebih nyaman dan lebih kencang dibanding mobil MVP 200 jutaan. 

7. Budget Main Motor langsung mengecil

Yang ini mungkin terlalu personal. Jika sebelumnya budget main motor saya di angka 30 – 70 juta. Begitu kenal BMW E34, budget segitu terasa terlalu besar, karena dengan dana segitu cukup untuk membeli BMW yang nyaman dan juga Fun untuk dijadikan mainan. Otomatis budget main motor saat ini dibatasi maksimal 20 juta.

Kesimpulan

Maka dari itu Bro n Sist, JANGAN BELI BMW terutama 530i E34.
Silahkan dikomentari…

[Driving Review] Toyota Fortuner 2.7 G Matic 2008

[Driving Review] Toyota Fortuner 2.7 G Matic 2008

Bro n Sist…

Saat ini mobil-mobil keluaran terbaru makin bervariasi, mulai dari LCGC dengan harga 100 jutaan, Low MPV dengan harga 200 jutaan sampai Sedan mewah dengan harga diatas 1 Milyar. Dengan harga mobil baru yang terus merangkak naik, mobil second semakin menarik untuk dipertimbangkan. Contohnya Toyota Fortuner tahun 2008 dengan harga pasaran sekitar 200 juta atau setara dengan harga Low MPV 1500 cc terbaru.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menjajal SUV Toyota ini dengan rute Cikarang- Ciater PP via Klari, Tol Cikampek, Tol Cipali, Subang, dengan muatan isi 6 orang dewasa dan satu orang anak usia 3 tahun. Toyota Fortuner yang saya gunakan adalah tipe G dengan mesin 2700cc bensin BBM pertamax, transmisi Automatic 4 speed (Non CVT). Berikut ini ulasannya:

Fitur 

SUV keluaran tahun 2008 ini memiliki fitur yang tergolong lengkap. Mulai dari rem ABS, Airbag, AC digital double blower, double DIN touchscreen audio video dilengkapi dengan pengaturan pada roda kemudi. Interior mobil ini terkesan mewah dan elegan dengan aksen warna beggie dan beberapa wood panel, meskipun dasboard dan doortrim masih menggunakan plastik dan belum dilapisi kulit. Mobil ini juga sudah dilengkapi Digital Fuel consumption indicator.

[Driving Review] Toyota Fortuner 2.7 G Matic 2008

Kenyamanan ruang kabin

Ruang kabin mobil ini cukup nyaman baik di row 1, row 2 maupun row 3. Semuanya lega. Row 2 dan row 3 pun masih dapat merasakan hembusan AC berkat double blowernya. Dan yang paling istimewa dari mobil ini adalah kesenyapan ruang kabinnya. Ruangkabin mobil ini begitu senyap seperti mobil eropa.

[Driving Review] Toyota Fortuner 2.7 G Matic 2008

Driving Position

Mobil ini menawarkan driving position yang cukup nyaman dan bisa diatur sesuai keinginan mulai dari maju mundur jok, tegak dan rebah sandaran jok, dan naik turun stir. Hanya saja semua pengaturan masih dengan cara manual, tidak seperti BMW 530i 1994 Individual yang saya review beberapa waktu lalu yang sudah full electric. Over all Driving position cukup nyaman, dengan visibilitas yang cukup. Hanya saja untuk driver pemula, perlu sedikit penyesuaian karena mobil ini cukup tinggi dan panjang.

[Driving Review] Toyota Fortuner 2.7 G Matic 2008

Performa

Biarpur kapasitas mesinnya mendekati 3.000 cc, tapi mobil ini masih menggunakan konfigurasi 4 silinder inline sebagaimana mobil-mobil kapasitas 1300 – 2000 cc. Jumlah silinder yang sedikit tentunya memiliki keuntungan Torsi yang melimpah di putaran rendah. Benar saja, cukup tekan pedal gas sedikit, tidak sampai 2000rpm mobil ini langsung ngacir.

[Driving Review] Toyota Fortuner 2.7 G Matic 2008

Untuk menekan konsumsi BBM Toyota memanfaatkan karakter mesin Fortuner yang torque ini dengan memasang rasio transmisi yang tinggi (berat), sehingga di jalan datar, mobil ini dapat melaju hingga kencang tanpa lebih dari 2500 rpm. Alhasil, konsumsi BBM bisa lumayan irit meskipun mesin CC besar dan transmisi matic.
Rasio yang berat tentunya mengurangi kemampuan berakselerasi, juga kemampuan menanjak. Untuk ukuran 2.700cc akselerasi mobil matic ini bagi saya cukup responsif tapi tidak terlalu istimewa. Mungkin versi manual akan jauh lebih baik.

Kemampuan mendaki dari mobil ini pun bagi saya tidak begitu istimewa, dengan penumpang 6 orang dewasa dan 1 orang anak, mobil ini terasa berat saat mendaki jalur Ciater, sampai-sampai Ford Fiesta di belakang kami tidak sabar menunggu dan langsung overtake begitu ada kesempatan.

Handling dan Suspensi

Jujur, handling mobil ini melebihi ekspektasi saya. Mobil setinggi ini ternyata memiliki handling yang cukup baik. Jauh lebih baik dibanding avanza yang tidak terlalu tinggi apalagi Panther. Mobil ini sangat stabil di kecepatan tinggi, dan masih cukup presisi untuk menikung. Gejala limbung terasa sangat minim. Ternyata mobil tinggi belum tentu limbung.

Untuk redaman suspensi pun mobil ini cukup nyaman. Lebih empuk dibanding Avanza dan Rush, sedikit lebih keras dibanding Grand Livina. Cukup nyaman. Selain redaman yang cukup empuk, suspensi mobil ini pun terasa kokoh tanpa bunyi-bunyian meskipun sudah berumur 8 tahun.

Traksi dan Pengereman

Kebetulan ban mobil ini sudah diganti dengan Bridgestone Dueller AT (all terrain) yang secara teori memiliki kemampuan on road dan off road sama baiknya. Kemampuan on road ban jenis ini tentu tidak sebaik ban standar jalanan atau pun ban jenis HT (higway terrain). Namun ternyata setelah saya coba, traksi ban ini masih cukup baik di jalan aspal maupun jalan beton bahkan di kondisi basah sekalipun. Beberapa kali saya harus melakulan pengereman mendadak di kondisi basah, mobil ini masih bisa dikendalikan dengan baik. Tentunya berkat peran dari rem ABS. Untuk traksi dan pengereman mobil ini bagi saya cukup baik.

Konsumsi BBM

Dengan rute perjalanan Cikarang- Ciater PP, macet di daerah Subang – Jalan cagak, penumpang 6 orang dewasa + satu orang anak, Konsumsi BBM mobil ini 8 km per liter.

Kesimpulan

Dengan mesin yang besar dan kapasitas penumpang yang banyak, mobil ini sangat cocok bagi anda yang gemar berpetualang bersama keluarga. Ground clearance nya yang tinggi membuat anda bebas kemana saja tanpa khawatir.

Dibalik kesan gagah dan tegas, ternyata Fortuner masih sangat nyaman untuk dikendarai. Hanya saja, untuk urusan performa sepertinya transmisi manual menjadi pilihan yang lebih menarik dan fungsional.

Pros:

(+) Ruang kabin nyaman

(+) Fitur cukup lengkap

(+) Handling dan suspensi cukup baik

(+) Gagah dan siap diajak kemana saja

Cons:

(-) Akselerasi dan kemampuan mendaki biasa saja

(-) Radius putar kurang

(-) Body terlalu besar dan panjang, susah parkir
Silahkan dikomentari…

 

Baca juga:

Kelebihan dan kekurangan Toyota Hilux 4×4 2009

Review Jeep Cherokee 4.0 4×4 1995, Lebih Enak Dari Fortuner

Driving Review BMW 530i E34 V8 Individual 1995

Wuling Tertinggi Harga 167 juta VS Avanza Terendah harga 189 juta

 

X-Max 250, Yamaha Buruan Dong…!!!

X-Max 250, Yamaha Buruan Dong...!!!

Bro n Sist,

Lebih dari setahun lalu saya pernah nulis tentang prediksi harga Yamaha X-max 250 (klik disini…) . Sampai sekarang tulisan tersebut jadi top view di blog saya ini. Yaah… Untuk ukuran blog yang diupdate sesukanya, view diatas 45.000 untuk satu artikel terbilang langka. Satidaknya cukup mengindikasikan antusiasme pecinta roda dua tanah air terhadap motor ini.

Bikers tua malas menunduk

Matic bongsor sejatinya sangat dibutuhkan oleh pecinta roda dua yang sudah malas naik motor sport. Golongan urban kelas menengah dengan usia diatas 30 tahun yang suka naik motor, tentunya sudah gak mau lagi menunduk-nunduk ala Valentino Rossi. Kecuali sport rider sejati seperti om Leopold. Di sisi lain, mereka ini menginginkan kendaraan roda dua yang nyaman dengan performa tinggi, sekaligus praktis untuk menunjang aktifitas sehari-hari.

Pengganti Mobil

Selain para biker yang sudah enggan naik motor sport, skutik bongsor yang nyaman juga ditunggu-tunggu oleh para pengguna mobil yang mulai jenuh dengan padatnya lalulintas kota-kota besar. Skutik bongsor seperti X-max 250 ini bisa menjadi jawaban bagi para pekerja kantoran yang ingin beralih dari mobil ke motor yang nyaman dikendarai.
Momentum Tepat

Saat ini adalah saat yang tepat meluncurkan X-max 250. Saat market sudah teredukasi dan terbentuk dengan keberadaan Nmax, saat kompetitor masih berkutat dengan motor sport 250 yang trend nya mulai menurun, saat itulah X-Max kembali jadi first mover yang menggemukkan segmen skutik bongsor di negeri ini. 

Pioneer Skutik 250 belum terlalu kuat

Memang Yamaha X-max 250 bukan menjadi yang pertama di Indonesia. Sebelumnya sudah ada SYM Joymax dengan kualitas OK namun harga 60 jutaan. Ada juga Benelli Zafferano produksi China dengan harga 39 jutaan. Namun mereka masih belum kuat. Kehadiran Yamaha di segmen ini justru yang akan membuat booming skutik 250cc.  

Jangan sampai keduluan kompetitor

Ingat, spyshoot, bocoran dan wacana mengenai X-max 250 sudah muncul sejak tahun lalu. Bukan mustahil jika kompetitor, sebut saja AHM sudah menangkap sinyal serta mempelajari segmen ini. Semakin Yamaha menunda-nunda dan tak pernah nyatakan cinta*lho?.. Semakin memberikan waktu yang cukup bagi kompetitor untuk melakukan counter attack.

Jangan jatuh di lubang yang sama

Orang beli skutik bongsor itu pastinya menginginkan kenyamanan. Jadi, jangan tonjolkan atau hilangkan sekalian jargon sport pada skutik bongsor. Buatlah motor dengan riding position dan suspensi sekali lagi suspensi yang nyaman. Tidak perlu dibuat keras dengan tujuan sporty.

Last,

Yamaha, please deh, buruan keluarin!!
Foto: Yamaha Eropa