Inden Xpander 4 Bulan, Layak kah Dinanti?

Xpander

Sore itu HP saya berdering. Panggilan masuk dari sebuah nama yang tidak asing bagi saya. Seorang teman yang sudah lama sekali tidak bertemu menyapa saya dari ujung telepon. Ternyata dia menelepon setelah menonton video review saya tentang Xpander Manual.

Teman saya ini memang sedang dalam proses menunggu unit Xpander Exceed manual yang sudah dipesan dua bulan lalu. Menurutnya sampai saat ini dealer belum bisa menjanjikan secara pasti kapan unit akan dikirimkan. Dengan nada kecewa, teman saya menceritakan pengalamannya serta meminta pendapat saya. “Apakah layak inden Xpander sampai sekian lama? Bagaimana jika cancel dan pindah ke produk low SUV merek sebelah yang baru saja soft launching?”. Kira-kira begitu pertanyaannya.


Pertanyaan-pertanyaan semacam ini seringkali membuat saya bingung. Bukan karena saya tidak tahu mana yang bagus, tetapi karena saya tidak tahu pasti apa kebutuhannya dan bagaimana seleranya. Sebagai contoh, Grand Livina yang kenyamanannya unggul mutlak dibanding rivalnya yang RWD ternyata tidak cocok bagi yang suka naik-naik ke pegunungan dengan kondisi jalan non aspal.

Kembali ke inden Xpander dan pilihan alternatif teman saya. Saya tanyakan kembali, apa yang dibutuhkan dari sebuah mobil 200 jutaan? Ternyata dia menjawab kenyamanan untuk seluruh keluarga (penumpang) dan harus lega. Kalau sudah begitu, sangat jelas, saya menyarankan untuk tetap sabar inden Xpander. Karena Xpander memang lebih lega dan kenyamanan suspensinya sudah saya rasakan sendiri.

Kemudian dia memberi alternatif lain yaitu sebuah low SUV dari merek sebelah satu lagi yang saat ini sedang diskon besar-besaran unit 2017. Saya kembalikan lagi, seberapa penting sebuah kenyamanan? Jika tidak terlalu penting, sepertinya low SUV merek sebelah itu bisa menjadi pilihan yang lebih menarik karena desainnya yang keren dan harganya yang menggiurkan karena diskon yang mencapai 40 juta rupiah. Ternyata kembali lagi dia menegaskan sangat butuh mobil yang nyaman dan lega dan sangat terganggu dengan suspensi yang keras.

Kalau sudah begitu, saya sarankan untuk bersabar. Karena Xpander sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Karena mobil 7 seater harga 200 jutaan, yang benar-benar nyaman, menurut saya pilihannya hanya Grand Livina dan Xpander. Sedangkan Grand Livina sendiri tidak memiliki space ruang kabin yang se luas Xpander. Grand Livina juga tidak dilengkapi AC double blower.

Jadi, layakkah inden Xpander sampai 4 bulan hingga 6 bulan? Jawaban saya, sangat layak jika yang dibutuhkan adalah kenyamanan dan ke luasan ruang kabin.

Tulisan ini hanyalah sebuah opini saya sebagai seorang reviewer. Tentunya sangat subjectif dan sangat mungkin terjadi perbedaan dengan opini orang lain. Boleh dijadikan bahan pertimbangan, namun sebaiknya segala keputusan dikembalikan lagi ke selera dan kebutuhan.

Silahkan dikomentari…

Artikel menarik lainnya :

Kekurangan Yaris TRD Sportivo 2017

Test drive Xpander Exceed Manual, Ngebut di Ring Road Jogja

Review Daihatsu All New Terios 2018 tipe X MT

Kecewa All New Terios, Ini Komentar Pecinta Terios Lama

Gigi Mundur Xpander Manual Mirip Mobil Eropa dan Amerika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *