Review Motor Bekas, Suzuki Inazuma 250 Tahun 2013

Test Suzuki Inazuma ke Sawarna

REVIEW SUZUKI INAZUMA GW 250

Suzuki Inazuma 2013 untuk Touring Tangerang – Sawarna PP via Gunung Kencana. Direview oleh saya sendiri, Faizz. IG: @faizzproleevo. Postur 175cm 76kg.

Video :


Riding Position nyaman, meskipun jangkauan stang agak jauh dan badan harus nunduk sedikit. Kedua kaki napak sempurna.

Kondisi motor standar kecuali knalpot pakai Jonea Racing Slip On by RAC Topspeed. Stabilizer shock depan tidak ada. Tail bag, Bagasi 1 by Donimoto.

Jok sangat empuk, tebal dan lebar, sangat nyaman untuk 5 jam pertama, 5 jam berikutnya lebih sakit dibanding jok lebar yang lebih keras, karena tidak bisa bergeser untuk merubah posisi.

Handling, anteng di kecepatan tinggi. Mantap di lurusan, agak payah di tikungan. Sering terjadi under steer saat nikung. Ada pengaruh juga karena kedua ban sudah kadaluarsa. Selain itu, bisa juga karena wheelbase-nya yg panjang juga sudut rake yang terlalu besar. Bobotnya yg 180kg juga pengaruh ke handling.

Suspensi depan mendekati sempurna, empuk dan nyaman untuk touring. Suspensi belakang ngayun. Terlalu empuk dan rebound terlalu cepat. Sangat mengganggu saat nikung di kecepatan tinggi. Berikutnya saya setel preload suspensi belakang yang awalnya di nomor 3, saya pindahkan ke no 5. Lumayan, sedikit lebih keras dan gak terlalu ngayun.

Performa, akselerasi lebih dari cukup. Torsi di tanjakan melimpah. Top speed hanya setara motor sport 150cc (Yamaha & Suzuki).

Pengereman, depan belakang mantap. Pakem tapi empuk.

Traksi ban IRC Road Winner made in Japan bawaan motor ini udah sangat mengkhawatirkan. Licin sekali. Mungkin karena usianya sudah 7 tahun. Mengganggu handling juga. Berikutnya mau saya ganti.

Konsumsi BBM, 1 liter 33 km untuk rute bervariasi. Mungkin motor 2 Silinder paling irit.

Kesimpulan:
Motor 250cc 2 silinder paling nyaman.
Motor ini cocok buat cruising perjalanan jarak jauh. Duduklah diatasnya, pergilah kemana kamu mau sambil melaju dengan tenang.
Kurang cocok untuk dibawa agresif.

SuzukiInazuma

reviewinazuma #reviewmotor #motor250cc #motor2silinder #suzukigw250 #gw250indonesia #InazumaIndonesia #inazuma250 #inazumareview #suzukigw250review #inazuma250review #touringmotor #motortouring #motorsuzuki #moge #mogesuzuki #touringsuzuki #suzukitouring #suzuki250 #suzukimotorcycle #suzukimotorcycles @suzukiindonesiamotor @suzukimotor_jakarta @suzukimotorjatim @suzuki2wheelers @suzukimotorsmgjabar

BMW E34 Merah Akhirnya Dikampak

BMW E34 merah ini dikampak, alias dimutilasi kemudian dijual dalam bentuk copotan.

Yes, ini adalah BMW E34 520i tahun 89. Warna mobil ini Brilliant Red, sama dengan warna bawaan mobil saya. Bedanya, mobil saya sekarang pake warna Mugello Red by Spies Hecker.

Tonton videonya di Proleevo Channel:

BMW E34 merah yang dikampak ini milik om Andy Caesar. Beliau menjual part copotannya. Sebagian sudah laku, sebagian lagi masih ada. Bagi yang butuh part copotan BMW E34, silahkan langsung merapat.

Part Copotan BMW E34 ini gampang-gampang susah. Kadang kalau lagi butuh, barangnya gak ada. Kadang kalau lagi gak butuh malah ada. Intinya harus sabar. Kalau kebetulan ada BMW E34 yang sedang dikampak kayak gini, inilah kesempatan buat hunting part interior atau part body. Karena part-part itu cari baru nya udah susah.

Selamat berburu part copotan.

Review Honda ADV 150 by Proleevo Channel

Halo semua,

Alhamdulillah, akhirnya nulis blog lagi 😊

Sebetulnya saya sudah mereview Honda ADV 150 dalam bentuk Video, tetapi sudah dihapus. Video tersebut tayang di Channel Youtube “Ikhsan Jumaris” (BUKAN di Proleevo Channel) Tanggal 31 Juli 2019 pukul 18:00 WIB dengan judul “Review Honda ADV 150 oleh Proleevo Channel, kok Jeduk sih?”. Sayang sekali video tersebut dihapus pada tanggal 1 Agustus 2019 pukul 21:00 WIB.

Buat kalian yang belum menonton videonya, saya akan sampaikan review saya di tulisan ini. Detail kalimatnya saya sudah lupa, karena kebiasaan saya mereview selalu TIDAK menggunakan SCRIPT ataupun SEKENARIO. Jadi yang saya tuliskan disini point-pointnya saja.

Langsung saja, kira-kira isi videonya seperti ini.

Honda ADV 150 sudah banyak direview oleh teman-teman Media, Blogger dan Vlogger menggunakan unit milik AHM. Kali ini saya akan mereview menggunakan unit milik Ikhsan Jumaris.

Honda ADV 150 ini desainnya cakep, tampilannya keren. Mengenai detailnya bisa ditonton di video teman-teman. Disini saya akan fokus ke Test Ride.

Riding position untuk postur saya 175cm, masih jinjit sedikit jika duduk di posisi normal, karena joknya lebar. Sedangkan jika posisi duduk saya geser maju, kedua kaki napak sempurna.

Jangkauan stang nya dekat, dan sedikit lebar, menghadirkan feel seperti naik motor trail.

Posisi kaki saat dijulurkan ke depan, rasanya sama seperti di PCX, kurang lurus jika dibandingkan dengan Nmax. Karena di Nmax, posisi kaki sedikit lebih lurus.

Bobot motor terasa ringan, rasanya lebih ringan dari Nmax.

Saya coba riding sekitar 4 putaran di komplek Talaga Golf Sawangan, lengkap dengan polisi tidur.

Riding impression:

Akselerasi motor ini lembut. Lebih lembut dari Nmax, juga lebih lembut dari PCX.

Suspensi depan lembut, redamannya empuk, tapi ada bunyi jeduk saat bottoming melewati polisi tidur.

Suspensi belakang dalam kondisi statis (motor distandar lalu bagian belakang kita tekan) terasa empuk. Tapi saat dipakai, ternyata rasanya Honda Banget. Kalian tau kan suspensi Belakang Honda sekarang rata-rata keras.

Buat kalian yang membaca spesifikasi motor ini, travel suspensi depan 130mm sedangkan travel suspensi belakang 120mm mungkin beranggapan suspensinya akan seperti KLX. Atau buat pengguna Pulsar, mungkin membayangkan suspensinya mirip Pulsar. Tolong buang jauh-jauh bayangan itu. Beda banget rasanya!

Bahkan kalau dicompare dengan PCX 150 CBU, masih lebih enak suspensi PCX 150 CBU, apalagi akselerasinya, jauh lebih enak PCX 150 CBU.

Jadi kalau kalian biasa pakai PCX 150 CBU lalu ganti ke Honda ADV 150, itu artinya kalian Upgrade secara tampilan, tapi Downgrade secara riding Quality.

Kesimpulan & opini.

Namanya review, tentunya boleh beropini. Opini saya, motor ini oke, tapi bukan di harga 33.6 juta.

Kira-kira itu isi review saya di Video yang sudah pernah tayang dan kemudian dihapus. Jika ada yang sudah menonton, dan ada point yang terlewat belum saya masukkan di tulisan ini, silahkan tulis di kolom komentar.

Kenapa Pakai Suzuki Nex II

Kemarin, hari Senin awal Maret 2019 saya sama 3 orang teman (bapak-bapak) jalan-jalan ke Banten.

Ceritanya, kita penasaran sama rute pedesaan dari Citorek ke Ciboleger (Baduy). 3 irang temen saya pake motor cowok semua, yaitu Pulsar 200, Scorpio sama Apache 180. Saya pake Suzuki Nex 2.

Kenapa pake Suzuki Nex 2?

Continue reading

Review Suzuki Swift ST Matic 2011

Review suzuki swift

Review Suzuki Swift ST Matic tahun 2011

Suzuki Swift itu selalu spesial buat saya. Terutama desain eksterior nya yang khas banget. Mobil ini pertama keluar sekitar 13 tahun lalu dengan bentuk kayak gitu, tapi sampe sekarang masih enak dilihat.

Bentuknya itu beda banget dibanding mobil hatchback lain di jamannya. Kalo dilihat-lihat, makin kesini Swift makin kelihatan cakep dan unik. Setuju gak?

Continue reading

Yamaha New R25 2018 Dipakai Harian

yamaha new R25

Yamaha New R25 2018 udah launching bulan lalu. Desain depan berubah total, tapi desain belakang masih tetap pakai yang lama. Bagian depan udah pakai suspensi upside down, lampu LED dan instrumen cluster full digital. Desain tangki juga berubah.

Yamaha New R25 2018 ini udah ditest teman-teman media di sirkuit Sentul beberapa waktu lalu. Sayangnya waktu test, ban nya pakai Pirelli Diablo Rosso, jadi menurut saya kurang mewakili kondisi aslinya. Continue reading

Test Drive Suzuki S Cross 2018 Ngebut di Ringroad Jogja

suzuki s cross 2018

Suzuki S Cross 2018 sebetulnya udah lama launching di Indonesia. Beberapa bulan lalu PT. Suzuki Indomobil Sales (PT. SIS) mulai masukin mobil ini secara CBU dari India buat Gantiin S Cross sebelumnya. Jadi Suzuki S Cross generasi sebelumnya udah discontinue.

Pertama kali lihat mobil ini di media, sekilas tampangnya kelihatan keren banget. Bagian depan agak mirip BMW X3 terutama bentuk head lamp sama grille nya. Andai grille depan dibelah dua, pasti lebih mirip lagi. Continue reading

Wuling Cortez iAMT 1.8L Complete Review

wuling cortez iamt

Wuling Cortez 1.8L sudah pernah saya review di blog ini. Namun saat itu saya hanya melakukan review statis alias sebatas meriview kelengkapan mobil tersebut. Mulai dari exterior, interior dan kelengkapan fitur, semuanya sudah saya bahas di tulisan saya sebelumnya. Bagi yang belum membacanya, silahkan klik disini.

Nah, di tulisan kali ini saya akan mengulas tentang test drive Wuling Cortez 1.8L iAMT yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Test drive saya lakukan dibeberapa kondisi jalan, mulai dari jalanan padat khas perkotaan hingga jalur cepat Ringroad selatan Jogja. Mulai dari jalan raya yang mulus hingga jalur perumahan yang bumpy dengan beberap polisi tidur yang cukup tinggi. Mulai dari jalanan datar hingga jalur menanjak ke arah Tebing Breksi Jogja Continue reading