Mobil Wuling, Harga, Opini, Asumsi dan Kenyataan

Mobil Wuling, Harga, Opini, Asumsi dan Kenyataan

Wuling Confero S 1.5L

Mobil Wuling ini memang cukup fenomenal. Sebagai pendatang baru, gebrakannya cukup berani dan langsung menjadi pusat perhatian masyarakat pecinta otomotif tanah air, setidaknya sampai sebelum kehadiran Mitasubishi Xpander. Yupz, Wuling memang menyita perhatian banyak pihak mulai dari masyarakat sebagai terget market roda 4, sampai pihak produsen roda 4 itu sendiri.

Jika saya boleh menebak atau berasumsi, kelahiran Xpander yang maju terlalu cepat juga ada sedikit pengaruh dari kemunculan Wuling Confero S ini. Xpander terpaksa harus cepat-cepat diluncurkan sebelum masyarakat berlarut-larut dalam euforia mobil wuling yang fitur dan kenyamanannya cukup baik dengan harga yang menggiurkan. tenang saja, itu hanya sebuah asumsi dan dugaan yang belum tentu sesuai dengan faktanya. Karena kita tidak akan pernah tahu dasar pengambilan keputusan dari Mitsubishi tersebut. yang kita tahu, sampai saat ini Xpander memang belum benar-benar siap untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Yah, begitulah dunia bisnis, harus pandai-pandai mengatur strategi untuk memenangkan pasar.

Kita kembali ke Mobil Wuling, Wuling memang benar-benar nekad, atau bisa disebut gila dengan memasarkan mobil yang kenyamanan suspensinya jauh diatas Av**** Xe*** dan mendekati nyamannya Grand Livina namun dengan harga yang jauh lebih murah dibanding low MPV pada umumnya. Bukan cuma itu, Wuling juga menawarkan kelegaan ruang kabin yang manusiawi untuk penumpang dewasa di ketiga baris jok wuling Confero yang harganya hanya 128 jutaan saja.

Dengan kenekad an atau kegilaan tersebut, Wuling mulai jadi bahan perbincangan masyarakat baik di dunia nyata maupun di dunia ghoib alias di dunia maya. Situs-situs berita yang membahas tentang wuling, ramai dikunjungi pembaca, group-group di jejaring sosial tentang Wuling pun terlihat ramai peminat dan selalu aktif. Bhakan Video tentang Mobil Wuling terus ramai ditonton meskipun diupload 5 bulan yang lalu. Video ini salah satu contohnya:

 

Lalu, apakah popularitas mobil Wuling mulai membuahkan hasil bagi penjualannya? Dalam konsep marketing ada yang namanya siklus A-I-D-A yaitu Attention – Interest – Desire – Action. Dalam kasus ini, menurut saya, mobil wuling sudah mampu menarik Attention dan Interest dari masyarakat. Bisa dilihat dengan animo masyarakat di setiap pameran mobil wuling dan forum-forum diskusi tentang mobil wuling. Bukan hanya Attention, masyarakat juga mulai tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh Wuling dalam hal ini Confero S. Namun rupanya membangkitkan dorongan untuk membeli bukan perkara yang mudah. Harga murah dan fitur melimpah tidak serta merta mendorong peminatnya untuk membeli. Karena keputusan membeli sebuah mobil dengan harga ratusan juta rupiah tidak hanya didasarkan pada value dari mobil itu saja, tetapi juga pada Logo yang ada dibelakangnya (dan dipannya).

 

Mengenai Logo

Soal Logo, banyak yang menganggap bahwa memilih logo adalah cermin ketidak tahuan atau yang membeli mobil berdasarkan logo adalah orang awam. Bagi saya anggapan itu keliru. Logo adalah cerminan dari banyak hal. Logo menyangkut kualitas, daya tahan, pelayanan, harga jual kembali dan sebagainya. Logo bukan hanya sebatas tempelan, karena dibalik logo tersebut telah bekerja keras sekumpulan orang-orang yang penuh dedikasi membangun kredibilitas dari logo tersebut.

 

Kembali ke Mobil Wuling

Harga mobil Wuling menjadi daya tarik utama. Namun masyarakat masih butuh waktu untuk menilai keseriusan dari Wuling. Keseriusan disini tidak sebatas keseriusan berinvestasi dan melahirkan produk yang murah. Melainkan keseriusan memberikan yang terbaik terhadap pelanggan mulai dari produk, pelayanan, ketersediaan sparepart hingga penanganan saat kondisi darurat.

Sekali lagi, masyarakat butuh waktu yang cukup lama untuk dapat yakin dan percaya terhadap Wuling. Sebaliknya, Wuling butuh penjualan yang cukup untuk bisa bertahan dan semakin membuktikan keseriusannya melayani masyarakat Indonesia.

 

Studi Kasus Merek Non jepang

Sebelum kedatangan Wuling, di Indonesia sudah lebih dulu kedatangan mobil merek China dengan brand Geely, Cherry, Foton dan sebagainya. Namun kesemua merek tersebut di Indonesia hanya berjualan tanpa membangun pabrik. Jadi menurut saya,Geely, Cherry dan Foton tidak bisa menjadi tolak ukur bahwa Wuling akan bernasib seperti mereka.

Menengok ke roda dua, beberapa merek roda dua asal China beramai-ramai memasuki pasar tanah air pada akhir dekade 90an hingga awal dekade 2000an. Sebut saja ada merek Jialing, Jian she, Turbo, KTM dan sebagainya. Bahkan merek Jialing memiliki pabrik perakitan di daerah Cikupa Tangerang. Namun saat ini mayoritas dari merek roda dua asal China tersebut sudah meredup, bahkan beberapa diantaranya sudah menarik diri dari sini.

 

Roda dua asal India

Ada dua merek besar roda dua asal India yang mulai memasuki pasar Indonesia di era pertengahan dekade 2000 an. Sebut saja Bajaj dan TVS. Walaupun di India sana kedua merek ini sama-sama perusahan besar dengan volume penjualan mencapai jutaan unit sepeda motor per tahun, namun antara Bajaj dan TVS melakukan pendekatan yang berbeda. Jika Bajaj hanya sekedar ingin berdagang di Indonesia, lain halnya dengan TVS, mereka melakukan investasi yang cukup besar dengan membeli lahan yang luas serta mendirikan pabrik sepeda motor di Karawang Jawa Barat.

Singkat cerita, dengan dana investasi yang sedikit, Bajaj lebih lincah dalam bergerak. Saat penjualan motor Bajaj tidak mencapai target, Bajaj pun dengan mudah bisa segera angkat kaki dari Indonesia. Lain halnya dengan TVS. Dengan dana investasi yang cukup besar, hingga saat ini TVS masih bertahan dan terus memproduksi sepeda motor di Karawang, walaupun penjualan domestik terus melemah. Sebagian dari hasil produksi TVS Karawang diekspor ke negara lain, salah satunya ke Afrika Selatan. Namun, seiring dengan penjualan yang terus menurun, satu demi satu dealer dan layanan 3S mitra dari TVS mulai berguguran.

 

Berkaca pada TVS

Berkaca pada kondisi TVS tersebut, Wuling memang tidak akan angkat kaki dengan mudah. Jumlah dana yang telah diinvestasikan oleh Wuling tergolong sangat besar, sehingga tidak mudah bagi Wuling untuk pergi begitu saja. Namun begitu, Wuling sebaiknya mempunyai langkah yang lebih jitu guna mempertahankan angka penjualan, sehingga para Dealer dan Layanan 3S Wuling mampu bertahan dan terus melayani customer yang telah membeli mobil Wuling dengan baik.

Jadi, opini saya, dengan jumlah investasi yang sangat besar dan telah mendirikan Pabrik di Indonesia, Wuling tidak akan mudah meninggalkan customer Indonesia, namun bukan jaminan juga Wuling akan berkembang pesat dan mulai bersaing dengan merek Jepang. Hal tersebut akan ditentukan oleh rapor penjualan Wuling dalam beberapa tahun kedepan.

 

Harga Mobil Wuling

Mobil Wuling dibanderol dengan harga yang sangat menggiurkan. Selisih harga antara mobil wuling dibandingkan dengan kompetitor mencapai 30% untuk untuk model yang sekelas. Namun harga bukan segala-galanya. Karena dengan harga yang sudah ditekan sedemikian rupa, budget marketing dan promo menjadi menipis. Sedangkan para kompetitor yang telah menset harga sangat longgar, bisa lebih leluasa untuk melakukan promo. Setidaknya data penjualan Wuling Confero dalam 2 bulan terakhir mencerminkan hal tersebut. Di bulan September Mobil Wuling mampu terjual hingga 2300an unit. Sedangkan di bulan Oktober dan November penjualan mobil Wuling justru terus mengalami penurunan. Di bulan Oktober Wuling Confero hanya terjual sebanyak 903 unit atau mengalami penurunan lebih dari 50%. Di bulan November 2017 penjualan mobil Wuling kembali turun ke angka 803 unit saja.

Sekali lagi, harga mobil wuling memang sangat menggiurkan sehingga mampu membuat masyarakat tertarik. Namun Wuling juga harus memikirkan strategi marketing dan Promosi yang lebih baik sehingga bisa bersaing dengan merek Jepang. Dan Promosi tentunya memerlukan budget yang cukup besar.

Last, Semoga nasib Wuling tidak seperti TVS, dan semoga Wuling makin berkembang sehingga mampu meningkatkan persaingan industri mobil di Indonesia. Pada akhirnya akan menguntungkan konsumen karena pabrikan akan berinovasi.

 

Sekian Opini dan Asumsi dari saya tentang mobil Wuling. Tidak perlu ditanggapi terlalu serius, karena ini hanya Opini dan asumsi yang sangat mungkin meleset. Terimakasih.

 

Baca juga :

5 Fitur Aneh Wuling Confero S

Detail Wuling Confero Terendah, 128 jutaan saja

Wuling Confero Tertinggi VS Avanza E, Pilih mana?

Kecewa All New Terios 2018

 

2 thoughts on “Mobil Wuling, Harga, Opini, Asumsi dan Kenyataan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *