[Opini] Motor yang Cocok Bagi Pemilik Pulsar yang Ingin Naik Kelas

[Opini] Motor yang Cocok Bagi Pemilik Pulsar yang Ingin Naik Kelas

 

Bro n Sist…
Kira-kira setahun yang lalu, paska kepergian Pulsar 220 dari garasi rumah,saat itu saya sudah memiliki Hyosung Comet 250 dan ada seseorang yang minat. Dengan kerinduan yang dalam terhadap Pulsar 220, saya berdiskusi dengan mas Agus Setiawan mengenai motor yang cocok untuk menggantikan Pulsar. Satu per satu motor kami bahas sampai pada akhirnya kami sepakat ada satu motor yang sangat cocok untuk menggantikan Pulsar 220 saya.

Continue reading

[Roda Dua] Obral Diskon Membawa Efek Buruk

Bro n Sist…
Masih segar dalam ingatan kita saat Bajaj Pulsar 200 turun harga sampai 2 juta di tahun 2010, juga saat Suzuki Inazuma produksi tahun 2012 didiskon sampai 10 juta di akhir 2013. Baru-baru ini KTM Duke 200 diskon sampai 7.5 juta, Pulsar 200NS wilayah Jogja memberi hadiah tablet, dan yang paling Hot, Pulsar 200NS didiskon 5 juta bagi pemilik pulsar lama di wilayah Jawa Timur (kilik disini..).

Continue reading

Gear Indicator (Indikator Perseneling) di Spidometer Pulsar 200NS

Bro n Sist…

Ide yang sangat kreatif datangnya dari Bro Andi. Pemilik Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS yang tinggal di Cilandak Jakarta Selatan ini membuat heboh Group Pulsar 200NS Indonesia di FB dengan memposting foto spidometer Pulsar 200NS yang telah dilengkapi dengan Gear Indicator. Amazing..!!

Continue reading

Lupakan Pulsar…!!!

Bro n Sist,

Ditengah ramainya rumor tentang kepergian Bajaj dari Indonesia, secara logis seruan untuk “melupakan pulsar” semakin membahana. Bagaimana tidak, ATPM yang telah menjual puluhan ribu unit motor di Indonesia bakalan pergi begitu saja tanpa memikirkan bagaimana nasib para konsumennya.
Continue reading

Ayu Tingting Member Komunitas Pulsar …???

Ayu Tingting Member Komunitas Pulsar ...???

Bro n Sist, sempet tersebar SiWur (informasi ngawur) bahwa Ayu Tingting pelantun lagu “Alamat Palsu” adalah member dari komunitas pulsar seiring beredarnya foto Artis yang lagi naik daun tersebut di jejaring sosial bersama-sama dengan para member komunitas pulsar di Indramayu. Continue reading

Situ Patengan, hmmmm…..

Bro n sist, di bulan november ini ternyata ada kesempatan bagi saya untuk melakukan jalan-jalan naik motor, biarpun jarak sangat pendek, tetep mampu mengobati kerinduan akan suasana alam hijau serta kenikmatan cruising diatas motor tercinta.

Kali ini saya menuju Ciwidey Kabupaten Bandung dengan tujuan Situ Patengan dan Kawah Putih.

Situ Patengan, hmmmm.....

.

Di tulisan ini saya coba mnyajikan tentang Situ Patengan. Danau yang segar dan dikelilingi oleh hijaunya kebun teh adalah salah satu gambaran mengenai Situ Patengan ini. Udara yang sejuk serta panorama yang indah sangat cocok bagi bro n sist yang menyukai keindahan alam.

Situ Patengan, hmmmm.....

Situ Patengan, hmmmm.....

Situ Patengan, hmmmm.....

Situ Patengan, hmmmm.....

Suasana situ Patengan yang sejuk

.

Untuk menuju Situ Patengan, bro n sist dapat menempuh rute Padalarang – Cimareme – Batu Jajar – Soreang – Ciwidey – Patengan. Kondisi jalan menuju lokasi ini cukup baik, bahkan di beberapa lokasi merupakan jalanan dengan aspal yang mulus dengan tikungan-tikungan yang sangat menggoda untuk bermanufer.

Situ Patengan, hmmmm.....

Rute yang saya tempuh menuju Situ Patengan

Untuk melihat dengan google map, silahkan klik disini…

Untuk memasuki lokasi Situ patengan, setiap pengunjung dikenai biaya retribusi sebesar Rp. 6000,- per orang dan Rp. 3000,- untuk kendaraan roda dua. Di lokasi ini telah dilengkapi dengan sarana ibadah, toilet, warung makan dan cinderamata serta disediakan perahu untuk mengelilingi danau.

Satu hal yang paling berkesan adalah pemandangan yang indah di sepanjang jalan dari soreang sampai ke Patengan.

Situ Patengan, hmmmm.....

Situ Patengan, hmmmm.....

Panorama indah di sepanjang jalan Ciwidey – Patengan

.

So, bro n sist, Selamat mengenang kembali saat-saat riding menuju Situ Patengan dan silahkan dikomentari.

Situ Patengan, hmmmm.....

Cerita mitos Batu Cinta Situ Patengan

.

Ini dia pose wajib proleevo

Situ Patengan, hmmmm.....

 

Situ Patengan, hmmmm.....

Dealer Bajaj Cikupa

Bro n sist…

Sekian lama saya gak mengupdate blog tercinta ini, mengingat kesibukan saya mengurus proses produksi “Oil Breather” yang InsyaAllah akan mulai dipasarkan tanggal 14 Nov 2011 nanti, don’t miss it.

Dealer Bajaj Cikupa

Dealer Bajaj Cikupa

.

Kali ini saya sedikit menuliskan tentang dealer Bajaj yang baru yaitu Dealer Bajaj Cikupa. Dealer ini berada di jalan raya Serang KM.12 yang oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan sebutan “jabarut” karena disitu berdiri perusahaan yang cukup besar bernama”PT. Jabar Wood”.

Dealer Bajaj Cikupa

Peta lokasi Dealer Bajaj Cikupa

.

Salah satu yang menarik di dealer ini adalah unit stock yang melimpah, hal ini karena lokasi dealer yang terletak di depan stockies Bajaj Fontana.

Dealer Bajaj Cikupa

Dealer Bajaj Cikupa

Unit stock melimpah..

.

Dealer ini juga melayani service rutin baik service gratis maupun service bayar dengan fasilitas ruang service yang luas dibawah tanggung jawab kepala mekanik yang sudah tidak asing lagi bagi para pelanggan Bengkel resmi dealer Bajaj Fontana Cimone yaitu “mas Indra”.

Dealer Bajaj Cikupa

Ruang service yang luas dan rapih..

.

Selain itu, dealer ini juga dilengkapi dengan ruang tunggu ber AC yang cukup nyaman dan dingin tentunya, wow… bikin betah..

Dealer Bajaj Cikupa

Ruang tunggu yang nyaman dan dingin..

.

Satu hal klasik yang juga terjadi di Dealer sekaligus Bengkel resmi ini yaitu kurang lengkapnya sparepart yang tersedia. Namun demikian, untuk spare part kategori fast moving sudah tersedia dan cukup lengkap. Semoga kedepannya bisa dibenahi lagi sehingga mampu memberikan kepuasan terhadap pengguna motor Bajaj di wilayah tangerang barat.

Bro n sist, silahkan dikomentari

Tangerang – Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Bro n sist,

Ini adalah lanjutan dari coretan perjalanan saya “Tangerang – Lombok” Part 1 dan Part 2.

Sesampainya di Padangbai, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal feri untuk menyebrangi selat Lombok. Penyebrangan kali ini memakan waktu lebih lama yaitu 5.5 jam dengan tarif Rp. 101.000,- per motor. Ada kesan tersendiri pada penyebrangan saya kali ini, selain jarak dan waktu tempuh yang berbeda, juga pelayanan awak kapal yang lebih ramah serta mementingkan kepuasan pelanggan, mulai dari kondisi kapal yang lebih bersih, sampai adanya pernyataan yang tertempel di dinding kapal “semua fasilitas di kapal ini Gratis”, wow… sangat berbeda dengan pengalaman saya menyebrangi selat Sunda dan Selat Bali. CMIIW

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Menyebrangi selat Lombok

.

Di Pulau Lombok sangat banyak lokasi yang eksotis dan wajib dikunjungi, sangat disayangkan lagi-lagi karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa mengunjungi semuanya.

Setelah bermalam di kota Mataram, pagi-pagi saya berangkat menuju pantai Kuta yang terletak di kecamatan Pujut Lombok tengah. Lokasi ini berjarak sekitar 76Km dari kota mataram. Dengan adanya jalan baru yang mulus dan sepi, Mataram sampai Pantai Kuta dapat saya tempuh dalam waktu 1 jam.

Pantai Kuta merupakan salah satu pantai terindah yang saya temui, jernihnya air laut, gugusan karang yang menjulang serta hamparan pasir putih di sepanjang pantai menghadirkan suasana yang sulit untuk dilupakan. Terlebih dengan uniknya pasir di pantai ini yaitu berupa butiran yang menyerupai lada.

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Pantai Kuta Lombok Tengah salah satu pantai terindah

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

 

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

 

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

 

Jernihnya air laut memancarkan keindahan tersendiri

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Gugusan karang di pinggir pantai Kuta

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Suasana yang selalu saya rindukan

.

Gak terasa waktu berjalan begitu cepat, dengan berat hati saya meninggalkan pantai yang sangat indah ini. Berikutnya saya menyempatkan diri untuk singgah di perkampungan dalam di daerah pujut. Di kampung ini penduduk setempat masih menghuni rumah adat mereka yaitu “rumah Sasak”. Salah satu yang paling unik dari rumah sasak yaitu lantai rumah yang selalu dipel menggunakan “kotoran kerbau”, hiii…

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Rumah adat masyarakat Pulau Lombok

.

Demi waktu, perjalan di Lombok saya sudahi, saatnya kembali ke pelabuhan Lembar untuk menyebrang ke pulau Bali. Di atas kalap saya hanya bisa memandangi indahnya pantai sekotong di sebelah selatan. “ah… lain kali aku harus kesana…”…

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

Tangerang - Lombok Part 3 (Pantai Kuta Lombok tengah dan Rumah adat Lombok)

“Lain kali aku harus kesana…”

.

Tangerang – Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Bro n sist,

Kali ini saya coba menyajikan tulisan mengenai perjalanan saya ke pulau Lombok beberapa waktu yang lalu. Mengingat coretan perjalanan ini agak panjang, maka saya bagi jagi 3 bagian yaitu:

Part 1 : Keberangkatan dari Tangerang sampai Gilimanuk.

Part 2 : Perjalanan di Bali (jalur Selatan) sampai Mataram (Lombok).

Part 3 : Pantai Kute Lombok tengah dan Rumah Adat Lombok.

Part 4 : Perjalanan pulang dari Lombok sampai Tangerang.

.

Part 1.

Perjalanan dimulai tengah hari selepas dzuhur dengan Rute Tangerang РCirebon РDemak РTuban РSurabaya РPasuruan РKetapang  dilanjutkan menyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Rute Tangerang – Ketapang (Banyuwangi)

Untuk melihat via google map klik disini..

Perjalanan etape pertama yaitu dari Tangerang sampai Demak memakan waktu sekitar 13 jam dimulai pukul 12:30 WIB dengan jarak tempuh kira-kira 546 Km. Saya menyempatkan diri mampir di kota Cirebon sekedar mengobati rasa kangen sama “Nasi Jamblang” di Jl. Kartini Cirebon.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Nasi Jamblang Jl. Kartini Cirebon

.

Perjalanan etape kedua yaitu dari Demak sampai Pasuruan memakan waktu sekitar 11 jam dimulai pukul 10:30 WIB dengan jarak tempuh kira-kira 360 Km. Sempat mampir di pinggir pantai di daerah “Sluke” kabupaten Rembang karena tergoda dengan panorama yang begitu indah.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Panorama pantai Sluke yang menggoda

.

Perjalanan etape ketiga yaitu dari Pasuruan sampai Denpasar memakan waktu sekitar 13 jam dimulai pukul 08:30WIB dengan jarak tempuh di jalan raya kira-kira 350 Km. Sempat mampir di Pasirputih Situbondo.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Pantai Pasirputih Situbondo yang mempesona

.

Saya juga menyempatkan diri untuk bersantai di pantai di daerah “Brangsing”, tepatnya 1 KM sebelum objek wisata “Watu Dodol”. Di sini merupakan jarak terdekat antara pulau Jawa dengan pulau Bali. Dengan jarak hanya sekitar 3 KM, taman nasional Bali Barat tampak jelas di seberang. Satu hal yang paling berkesan dari pantai ini adalah airnya yang berwarna biru pekat menyerupai air spirtus yang belum pernah saya temui di tempat lain.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Biru pekat warna air laut di pantai Bangsring.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Objek wisata Watu dodol Banyuwangi

.

Perjalanan dari Ketapang sampai Gilimanuk menggunakan kapal feri dengan tarif Rp. 17000,- per motor.

Tangerang - Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Memasuki Bali

.

Bro n sist, sekian dulu coretan perjalanan ini, silahkan dikomentari dan tunggu kelanjutannya…