[Roda Dua] Obral Diskon Membawa Efek Buruk

Bro n Sist…
Masih segar dalam ingatan kita saat Bajaj Pulsar 200 turun harga sampai 2 juta di tahun 2010, juga saat Suzuki Inazuma produksi tahun 2012 didiskon sampai 10 juta di akhir 2013. Baru-baru ini KTM Duke 200 diskon sampai 7.5 juta, Pulsar 200NS wilayah Jogja memberi hadiah tablet, dan yang paling Hot, Pulsar 200NS didiskon 5 juta bagi pemilik pulsar lama di wilayah Jawa Timur (kilik disini..).


Lalu apa hasil yang didapat dari kebijakan pemotongan harga sepeda motor? Secara jangka pendek mungkin (mungkin lho ya) bisa meningkatkan volume penjualan secara instan. Tapi secara jangka panjang ada beberapa hal yang menjadi korban.

1. Brand Awareness
Walaupun tidak secara langsung, program pemotongan harga akan berdampak pada brand awareness dari motor itu sendiri. Dengan adanya diskon besar-besaran, motor jadi terkesan diobral dan “maaf” murahan.

2. Melukai Customer
Bagaimana perasaan Bro n Sist, saat motor yang baru kita beli tiba-tiba harganya turun 2 juta, bahkan 5 juta? Memang tidak ada yang salah bahkan bisa dibilang sah-sah saja jika penjual menurunkan harga barang dagangannya, tapi cara demikian tentunya bukan cara yang baik untuk membina hubungan dengan customer.

3. Menurunkan Resale Value
Logikanya, jika harga motor baru sudah didiskon sampai 5 juta, bagaimana mungkin harga motor second hanya berkurang 5 juta, pasti lebih dari itu. Jika sudah begini, hampir bisa dipastikan harga second dari motor tersebut langsung anjlok. Sebaliknya, bandingkan dengan Regal Raptor Daytona yang harga baru nya selalu naik tiap tahun, untuk motor dengan brand yang kurang dikenal pun, harga seken nya tetap terjaga. Disini kebijakan harga dari dealer atau ATPM sangat mempengaruhi harga jual kembali sebuah motor.

4. Dan Masih Banyak Lagi…

Lalu, adakah cara yang lebih efektif ketimbang memotong harga jual? “Banyak!”. Budget pemotongan harga bisa dialokasikan untuk penguatan brand dari motor itu sendiri. Bisa melalui event, optimalisasi publikasi dan sebagainya dengan cara-cara yang lebih elegant.

IMHO n CMIIW…

Bagaimana menurut Bro n Sist? Silahkan dikomentari…

5 thoughts on “[Roda Dua] Obral Diskon Membawa Efek Buruk

  1. dibeli bukan untuk dijual, nah kalo harganya jatoh. kasih buat maenan anak aje,….heheheh. ketika customer membeli pulsar jangan pernah berniat menjual lagi…(pengalaman buruk)

    bukan celana jeans aja yg makin ketat dan makin street,..ini harga motor juga begono. prilaku pasar ( penjual dan pembeli) makin unik. kondisi serba salah bagi penjual yg gudangnya penuh aje kagak ada yang beli.daripada lumutan or dibalikin ke india, itu motor di diskon seenaknye,..masalah branded dll,…urusan belakangan yg bisa rebranded lagi.

    ini persaingan makin gila, sama gilanya kek persaingan minuman teh botol yang makin menjamur. diawal harganya goceng atu dan ujung ujung itu teh botol dijual 10 ribu tiga biji, plus dapet bonus bungkusan…

    jadi dinikmatin aje….

    gw nunggu nunggu itu pulsar di diskon ampe 7 jt di daerah tangerang. nah kalo ada, gw mau tuh buat gantiin si pibo…=)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *