Tangerang – Lombok Part 2 ( Pantai Sanur, Pantai Jumpal dan Padangbai )

Bro n sist

Berikut ini adalah lanjutan coretan perjalanan saya yaitu dari Gilimanuk (Bali) sampai Mataram (Lombok). Untuk membaca tulisan saya “Tangerang – Lombok Part 1” silahkan klik disini..

Saya sampai di Gilimanuk pukul 17:15 WITA atau 16:15 WIB. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat karena perbedaan WIB dan WITA, he..he..


Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada teman-teman BBC (Bali Bajaj Club) atas sambutan yang begitu hangat, juga traktirannya. Sungguh merupakan hal yang sangat menyenangkan bisa bertemu dengan kalian semua, dan gak bisa saya lupakan.

Sambutan hangat dari BBC ( Bali Bajaj Club )

.

Lanjut, Mengingat waktu yang gak banyak, hanya beberapa lokasi saja yang saya kunjungi di Bali, yaitu:

Pantai Sanur

Pastinya nama pantai ini sudah sangat akrab di telinga bro n sist. Ya, pantai yang terkenal dengan sunrisenya yang indah ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Sangat disayangkan, pagi itu saya bengun tidur kesiangan (*ups…), alhasil, sunrise pun terlewatkan.

 

 

Suasana asyik di Pantai Sanur

.

Pantai Jumpal

Pantai ini berada di jalur selatan Bali, kira-kira 25KM dari pantai Sanur, tepatnya di antara Sanur dan Goa Lawah terdapat sebuah desa bernama desa Jumpal. Berbeda dengan Sanur, suasana di Pantai Jumpal masih sangat alami dan jauh dari kesan ramai. Deburan ombak yang menggulung menuju tepian pantai yang berupa pasir hitam yang sangat lembut menjadi daya tarik yang khas dari pantai ini.

Pasir hitam yang lembut di pantai Jumpal

.

Pantai Padangbai

Padangbai adalah nama sebuah daerah di Kabupaten Karangasem Bali. Disinilah tepatnya pelabuhan penyebrangan Bali – Lombok. Meskipun dekat dengan pelabuhan, keasrian di pantai padangbai masih sangat terjaga.

Padangbai

.Bro n sist, silahkan dikomentari…

 

 

Tangerang – Lombok Part 1 ( Pantai Sluke, Pasirputih dan Pantai Bangsring )

Bro n sist,

Kali ini saya coba menyajikan tulisan mengenai perjalanan saya ke pulau Lombok beberapa waktu yang lalu. Mengingat coretan perjalanan ini agak panjang, maka saya bagi jagi 3 bagian yaitu:

Part 1 : Keberangkatan dari Tangerang sampai Gilimanuk.

Part 2 : Perjalanan di Bali (jalur Selatan) sampai Mataram (Lombok).

Part 3 : Pantai Kute Lombok tengah dan Rumah Adat Lombok.

Part 4 : Perjalanan pulang dari Lombok sampai Tangerang.

.

Part 1.

Perjalanan dimulai tengah hari selepas dzuhur dengan Rute Tangerang РCirebon РDemak РTuban РSurabaya РPasuruan РKetapang  dilanjutkan menyebrang dari Ketapang ke Gilimanuk.

Rute Tangerang – Ketapang (Banyuwangi)

Untuk melihat via google map klik disini..

Perjalanan etape pertama yaitu dari Tangerang sampai Demak memakan waktu sekitar 13 jam dimulai pukul 12:30 WIB dengan jarak tempuh kira-kira 546 Km. Saya menyempatkan diri mampir di kota Cirebon sekedar mengobati rasa kangen sama “Nasi Jamblang” di Jl. Kartini Cirebon.

Nasi Jamblang Jl. Kartini Cirebon

.

Perjalanan etape kedua yaitu dari Demak sampai Pasuruan memakan waktu sekitar 11 jam dimulai pukul 10:30 WIB dengan jarak tempuh kira-kira 360 Km. Sempat mampir di pinggir pantai di daerah “Sluke” kabupaten Rembang karena tergoda dengan panorama yang begitu indah.

Panorama pantai Sluke yang menggoda

.

Perjalanan etape ketiga yaitu dari Pasuruan sampai Denpasar memakan waktu sekitar 13 jam dimulai pukul 08:30WIB dengan jarak tempuh di jalan raya kira-kira 350 Km. Sempat mampir di Pasirputih Situbondo.

Pantai Pasirputih Situbondo yang mempesona

.

Saya juga menyempatkan diri untuk bersantai di pantai di daerah “Brangsing”, tepatnya 1 KM sebelum objek wisata “Watu Dodol”. Di sini merupakan jarak terdekat antara pulau Jawa dengan pulau Bali. Dengan jarak hanya sekitar 3 KM, taman nasional Bali Barat tampak jelas di seberang. Satu hal yang paling berkesan dari pantai ini adalah airnya yang berwarna biru pekat menyerupai air spirtus yang belum pernah saya temui di tempat lain.

Biru pekat warna air laut di pantai Bangsring.

Objek wisata Watu dodol Banyuwangi

.

Perjalanan dari Ketapang sampai Gilimanuk menggunakan kapal feri dengan tarif Rp. 17000,- per motor.

Memasuki Bali

.

Bro n sist, sekian dulu coretan perjalanan ini, silahkan dikomentari dan tunggu kelanjutannya…