Video: Review Honda Rebel 500 2017 Indonesia

Video: Review Honda Rebel 500 2017 Indonesia

Bro n Sist, di tahun 2017 ini, untuk pertama kalinya Honda secara remi memasukkan moge bergenre cruiser ke Indonesia yaitu Honda Rebel 500. Sebelumnya kita sering mendengar Hoda Rebel, Honda Shadow, Honda Stead, Honda Magna di Amerika dan Eropa. Kalaupun banyak unit yang masuk ke Indonesia, itu pun tidak melalui ATPM. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi pecinta motor Cruiser brand Jepang setelah sebelumnya hanya diisi oleh Kawasaki Vulcan 650.

Kehadiran Honda Rebel 500 di Indonesia sudah sejak sebulan atau dua bulan yang lalu. Honda Rebel 500 ini bahkan sudah ramai diulas oleh motorcycle.com, Revzilla bahkan oleh kang Taufik TMCblog. Saya sendiri baru menyaksikan Honda Rebel 500 ini sore tadi, tepatnya di acara Media & Blogger gathering Astra Motor Yogyakarta yang diadakan di Westlake resort Sleman.

Tidak hanya menyaksikan dan memperhatikan detail dari motor ini, saya juga berkesempatan menjajal Honda Rebel 500 seharga Suzuki Ignis ini. Bagi Bro n Sist yang penasaran dengan Honda Rebel 500, silahkan simak Video berikut ini:

Setelah menyaksikan langsung, memperhatikan secara detail serta menjajal motor ini, berikut ini impresi Honda Rebel 500 yang bisa saya share disini :

Dimensi Honda Rebel 500 tidak terlalu besar

Video: Review Honda Rebel 500 2017 Indonesia

Untuk moge Cruiser, Honda Rebel 500 ini ukurannya termasuk kecil. Lebih kecil dari Kawasaki Vulcan, bahkan lebih kecil dari Regal Raptor Daytona 350. Ukurannya hanya lebih besar sedikit dari Benelli Patagonian Eagle 250.

Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, tentunya motor ini mudah dikendarai oleh siapa saja. Pria atau wanita dengan tinggi badan 160 cm dapat dengan mudah mengendarai motor ini tanpa terintimidasi. Apalagi ketinggian jok hanya 690 mm atau lebih rendah dibanding Honda Beat.

 

Detail Finishing sangat rapih

Detail finishing motor ini bisa dibilang sangat rapih. Meskipun menganut desain minimalis, namun untuk detail komponen yang terekspos semuanya mengalami sentuhan finishing yang halus dan rapih.

 

Bentuk Tangki tidak biasa

Saya secara pribadi agak kurang sreg dengan bentuk tangki Honda Rebel 500 2017 ini. Jika dilihat dari samping, bentuk tangki terkesan lebar, sedangkan jika dilihat dari atas, ternyata sangat ramping dan cukup panjang. Mungkin jika menggunakan tangki berbentuk tear drop atau penaut, akan lebih tampak manis (opini pribadi).

 

Foot step kurang ke depan

Salah satu ciri khas motor Cruiser adalah posisi foot step yang agak maju ke depan sehingga posisi kaki saat riding bisa setengah selonjor. Nah, untuk Honda Rebel 500 ini posisi Foot step hanya sedikit lebih maju dibanding motor naked. Alhasil riding position masih sangat-sangat normal, dalam artian tidak menyerupai menunggangi sebuah motor Cruiser. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Honda Rebel 500 bukan Harley wana be.

 

Motor bahan untuk penggemar modifikasi dan custom

Honda Rebel 500 ini sepertinya didesain sebagai boy toys untuk dimodifikasi atau dicustom sesuai dengan karakter si pemilik. Banyak hal yang bisa dicustom dari motor ini, mulai dari Tangki, handle bar / stang, knalpot, foot step, roda depan dan belakang, dan lain-lain.

 

Nyaman dikendarai

Salah satu kelebihan yang sangat menonjol dari Honda Rebel 500 2017 ini adalah kenyamanan. Motor ini sangat nyaman dikendarai. Dengan ukuran yang tidak mengintimidasi, serta bobot yang tidak terlalu berat, menjadikan motor ini mudah dikendalikan. Ditunjang oleh suspensinya yang empuk, motor ini menjadi semakin nyaman untuk ditunggangi. Silahkan coba sendiri.

 

Kesimpulan

Buat penggemar roda dua yang ingin memasuki segmen 100 – 200 juta dengan desain yang berbeda, motor ini layak untuk menjadi pilihan. Selain itu, bagi penggemar moge Amerika maupun Eropa yang ingin memiliki motor untuk daily riding dalam kota, motor ini juga bisa dijadikan opsi sebagai motor kedua atau motor ketiga. Honda berhasil mengkompromikan antara desain yang berkarakter VS kenyamanan pengendalian dalam diri Rebel 500 2017 ini.

Silahkan dikomentari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *