Solo Touring “Wonderful Indonesia” Day 3 (Probolinggo – Gilimanuk – Tanah Lot – Kuta)

Masuk Bali

Bro n Sist…

Kelamaan disimpan, bukan berarti coretan perjalanan ini jadi basi. Biarpun udah gak fresh, saya coba lanjutin cerita perjalanan 8 hari solo touring pake Honda vario 125 di akhir Februari lalu. Tulisan kali ini berisi catatan-catatan perjalanan hari ketiga. Buat Bro n Sist yang mau tahu cerita sebelumnya, silahkan klik disini…


Silahkan disimak…

Continue reading

Solo Touring “Wonderful Indonesia” Day 2 ( Kandangan – Jombang – Probolinggo)

Yang di tengah itu adik saya. Mirip kan? hehehe..

Bro n Sist…

Lanjutin coretan perjalanan Jawa Bali Lombok pake Vario 125, kali ini masuk ke hari ke dua yaitu perjalanan dari Kandangan (Kediri) sampai Probolinggo. Perjalanan hari kedua ini pendek banget, jarak tempuh gak nyampe 200 Km.

Sekitar jam 9 pagi berangkat dari Ponpes Gontor Putri 5 dengan tujuan Banyuwangi. Sebelum langsung ke Banyuwangi, kami mapir dulu ke rumah temen saya yaitu om Dony di Jombang. Kebetulan syuting sinetron Preman Pensiun lagi libur, jadi beliau ada di rumah. :mrgreen: Continue reading

Solo Touring “Wonderful Indonesia” Day 1, Yogyakarta – Kandangan (Kediri)

Tawangmangu 3

Bro n Sist…

Udah mulai mood buat nulis lagi, saatnya buat lanjutin tulisan saya sebelumnya yang ini. Yup, akhir Februari lalu saya sekeluarga akhirnya bisa turing panjang luntang-lantung selama 8 hari naik motor. Karena ada hal yang lebih penting, touring ini pun berjalan gak sesuai rencana. Rencananya touring 15 hari sejauh 3000 Km, aktual cuma 8 hari dengan total jarak tempuh 2189 Km. Rencananya sampe Bima pulau Sumbawa NTB, aktual cuma sampe Sembalun (Kaki gunung Rinjani) Lombok Timur NTB.

Biarpun begitu, Touring panjang pake motor selalu bawa kesan yang mendalam dan selalu bikin ketagihan. Dibalik rasa capek, waktu yang lama dan biaya yang enggak sedikit (lebih boros dibanding naik pesawat), disitu banyak hal baru yang berkasan dan gak bisa dilupain. Disitu serunya. Disitu seninya. Disitu gregetnya. Hehehe…

Nah, tulisan kali ini adalah coretan perjalanan hari pertama di rangkaian Touring Wonderful Indonesia. Continue reading

[Riding Gallery] Solo Touring, Tangerang – Yogyakarta – Wonosari – Pacitan PP, Part 3 (Bukit Bintang & Lereng Merapi)

IMG_4568

Bro n Sist,

Melanjutkan galeri sebelumnya, di part 3 ini berisi cerita perjalanan dari Pantai Klayar menuju Bukit Bintang (Wonosari) lanjut ke Lereng Merapi.

Silahkan disimak… Continue reading

[Riding Gallery] Solo Touring, Tangerang – Yogya – Wonosari – Pacitan PP, Part 1 (Pantai Wediombo)

IMG_3870

Bron Sist…

Kembali ke edisi luntang-lantung, kali ini saya coba berbagi cerita perjalan solo touring satu keluarga menggunakan Kawasaki ER6n menyusuri jalur pantura, membelah jalur tengah hingga menari-nari di jalur selatan.

Yup, pertengahan bulan lalu kami sekeluarga melakukan solo touring ┬ámelintasi 6 Propinsi dari Tangerang menuju Yogya, dilanjutkan dengan menyusuri jalur pantai selatan sampai pantai Klayar Pacitan – Jawa Timur.

Biar sedikit beda, kali ini saya coba bercerita dengan menggunakan galeri foto. Silahkan dinikmati… Continue reading

Tips dan Trik Menikmati Solo Riding Jarak Jauh

Gilimanuk 17 Agustus 2011

Gilimanuk 17 Agustus 2011

Bro n Sist, saya bukanlah pakar safety riding, pakar touring ataupun pakar yang lain-lainnya. Namun, melalui tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tips dan trik berdasarkan pengalaman pribadi dalam melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor. Tentunya tips dan trik yang saya bagikan disini sangat subjektif dan sangat terbatas pada pengalaman saya.

Berikut ini tips dan trik menikmati Solo Riding Jarak jauh ala proleevo :

 

Persiapan

  1. Tentukan Tujuan dan rute perjalanan. Cari informasi sebanyak mungkin mengenai rute tersebut mencakup kondisi jalan, ketersediaan SPBU, ketersediaan warung makan, sarana ibadah, bengkel dan lain-lain.
  2. Perkirakan waktu tempuh perjalanan dan berilah toleransi yang cukup sehingga tidak membuat kita terburu-buru untuk mencapai lokasi tujuan.
  3. Persiapkan sepeda motor, pastikan dalam kondisi prima. Periksa part-part fast moving seperti ban, kampas rem dan lain-lain, pastikan masih bisa digunakan untuk menempuh jarak yang telah ditentukan. Jangan lupa diisi BBM.
  4. Persiapkan fisik. Pastikan kondisi fisik Bro n Sist dalam kondisi yang bugar. Kalau bisa, usahakan untuk melakukan senam pagi atau peregangan otot setiap pagi minimal seminggu sebelum perjalanan jauh.
  5. Persiapkan perlengkapan dan perbekalan. Perlengkapan ini berupa riding gear mulai dari sepatu, celana jeans, jacket, sarung tangan, helm dan lain-lain. Pilihlah riding gear yang dapat membantu melindungi Bro n Sist dari resiko cidera fatal saat terjadi kecelakaan namun juga tetap nyaman dipakai selama perjalanan.
  6. Persiapkan obat-obatan dan peralatan P3K.
  7. Persiapkan peralatan darurat berupa kunci-kunci, sikring (fuse), tali tambang dll.
  8. Persiapkan sarana komunikasi. Pastikan ada satu handphone yang selalu aktif. Bahkan di daerah tertentu, saya terkadang harus membeli kartu perdana untuk menjaga agar handphone tetap aktif.
  9. Persiapkan uang cash.

 

Memulai perjalanan

Sebelum memulai perjalanan, biasanya saya melakukan peregangan otot kaki, pinggang, bahu, lengan sampai leher, kemudian dilanjutkan dengan berdoa, agar dimudahkan, dilancarkan dan diberi keselamatan.

 

Selama perjalanan

  1. Berkendaralah dengan santun, tanamkan di fikiran kita, bahwa semua pengguna jalan di sekitar kita adalah sahabat yang pertama kali akan menolong kita saat kita mengalami kecelakaan.
  2. Pacu kendaraan dengan kecepatan secukupnya, sesuai dengan kondisi jalan, tingkat kenyamanan motor dan tingkat pengendalian motor. Memacu motor dengan kecepatan tinggi selain menambah resiko terjadinya kecelakaan, juga membuat kita cepat lelah.
  3. Waspadai Blind Spot. Blind spot adalah posisi saat kita berada di samping mobil (biasanya saat menyalip) dimana keberadaan kita tidak bisa dilihat melalui spion pengemudi mobil. Jika berada di posisi ini, biasanya saya membunyikan klakson pendek untuk memberi tahu keberadaan kita.
  4. Waspadai Blind Corner. Blind corner adalah tikungan dimana kita tidak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan. Jika berada di posisi ini, biasanya saya membunyikan klakson pendek untuk memberi tahu keberadaan kita.
  5. Berkendara tanpa istirahat maksimal dua jam. Setelah dua jam, harus beristirahat.
  6. Usahakan untuk membatasi waktu perjalanan dalam sehari cukup 12 jam. Biasanya saya melakukan perjalanan dari pagi sampai sore, menjelang maghrib check in di hotel / penginapan, setelah maghrib bisa wisata kuliner makanan khas daerah setempat.
  7. Berinteraksilah dengan penduduk setempat. Setiap kali beristirahat sepanjang perjalanan, saya biasanya menyempatkan diri menyapa dan mengobrol dengan penduduk setempat.

Bro n Sist, tips dan trik diatas adalah beberapa kebiasaan yang saya lakukan saat solo riding jarak jauh. Barangkali Bro n Sist punya tips yanng lebih jitu, silahkan di share disini.

Semoga bermanfaat…

Luntang-lantung yuk