Mengatasi Masalah Bau Tidak Sedap AC Grand Livina dengan Filter Kabin Karbon Aktif

IMG_1817

Bro n Sist,

Setelah hampir tiga tahun menjadikan Nissan Grand Livina sebagai kendaraan sehari-hari saya, salah satu yang menjadi ganjalan hingga saat ini adalah aroma kurang sedap dari perangkat AC mobil ini. Sudah berbagai cara saya lakukan untuk membuat udara AC Grand livina menjadi Fresh. Pertama, saya memasang filter kabin di bengkel resmi Nissan, hasilnya udara fresh hanya bertahan beberapa minggu saja. Setelah itu, saya mencoba menyemprotkan cabin cleaner & disinfectant pesawat merek Callington, hasilnya udara fresh hanya bertahan beberapa hari sehingga penyemprotan harus dilakukan secara rutin. Saya juga memasang dua buah pengharum mobil, bahkan kadang sampai tiga buah sekaligus.

Saya pernah menumpang di Nissan Grand Livina milik teman saya, dan ternyata sama saja. Saat menggunakan Avanza, filter kabin bisa diganti dengan produk after market yang dilengkapi dengan karbon aktif,hal tersebut sangat efektif dalam menjaga kondisi udara agar selalu fresh karena sifat karbon aktif yang mampu menarik dan mengikat bakteri penyebab bau. Sayangnya, filter kabin after market untuk Grand Livina sulit ditemukan, sedangkan filter kabin original Grand Livina tidak dilengkapi dengan karbon aktif. Menyiasati hal tersebut, saya mencoba membongkar sendiri filter kabin Grand Livina dan menggantinya dengan filter kabin After market yang dilengkapi karbon aktif. Dengan sedikit akal-akalan, jadilah filter kabin karbon aktif milik new Avanza terpasang menggantikan filter kabin Grand Livina.

Filter kabin new Avanza untuk Grand Livina bisa dibeli lewat tokopedia. Klik disini…

Bagaimana cara masangnya? silahkan simak langkah-langkah berikut ini :

Continue reading

CLBK Sama Sensasi Jambakan Setan Motor Dua Tak Menjelang Discontinue

Ninja RR 150

 

Bro n Sist…

Sekitar 10 tahun yang lalu, tunggangan saya sehari-hari adalah Yamaha RX-King Cobra produksi tahun 1994 dengan kode blok silinder Y-2 yang relatif lebih tebal dibanding Y-3 atau YP-1 dan seterusnya. Saat itu saya benar-benar menikmati sensasi jambakan setan dari motor legendaris 135 cc tersebut.

Saat ini motor dua tak sudah diambang kepunahan. Ninja 150 series yang menjadi generasi terakhir motor dua tak di tanah air, kabarnya akan segera disuntik mati pada pertengahan tahun ini. Beruntung saya berkesempatan menjajal salah satu generasi terakhir motor dua tak ini.

Adalah Ninja RR 150 produksi tahun 2015 yang saya jajal sore tadi di seputaran komplek Talaga Bestari Tangerang. Berikut impresinya :

Continue reading

Tips dan Trik Menikmati Solo Riding Jarak Jauh

Gilimanuk 17 Agustus 2011

Gilimanuk 17 Agustus 2011

Bro n Sist, saya bukanlah pakar safety riding, pakar touring ataupun pakar yang lain-lainnya. Namun, melalui tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tips dan trik berdasarkan pengalaman pribadi dalam melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor. Tentunya tips dan trik yang saya bagikan disini sangat subjektif dan sangat terbatas pada pengalaman saya.

Berikut ini tips dan trik menikmati Solo Riding Jarak jauh ala proleevo :

 

Persiapan

  1. Tentukan Tujuan dan rute perjalanan. Cari informasi sebanyak mungkin mengenai rute tersebut mencakup kondisi jalan, ketersediaan SPBU, ketersediaan warung makan, sarana ibadah, bengkel dan lain-lain.
  2. Perkirakan waktu tempuh perjalanan dan berilah toleransi yang cukup sehingga tidak membuat kita terburu-buru untuk mencapai lokasi tujuan.
  3. Persiapkan sepeda motor, pastikan dalam kondisi prima. Periksa part-part fast moving seperti ban, kampas rem dan lain-lain, pastikan masih bisa digunakan untuk menempuh jarak yang telah ditentukan. Jangan lupa diisi BBM.
  4. Persiapkan fisik. Pastikan kondisi fisik Bro n Sist dalam kondisi yang bugar. Kalau bisa, usahakan untuk melakukan senam pagi atau peregangan otot setiap pagi minimal seminggu sebelum perjalanan jauh.
  5. Persiapkan perlengkapan dan perbekalan. Perlengkapan ini berupa riding gear mulai dari sepatu, celana jeans, jacket, sarung tangan, helm dan lain-lain. Pilihlah riding gear yang dapat membantu melindungi Bro n Sist dari resiko cidera fatal saat terjadi kecelakaan namun juga tetap nyaman dipakai selama perjalanan.
  6. Persiapkan obat-obatan dan peralatan P3K.
  7. Persiapkan peralatan darurat berupa kunci-kunci, sikring (fuse), tali tambang dll.
  8. Persiapkan sarana komunikasi. Pastikan ada satu handphone yang selalu aktif. Bahkan di daerah tertentu, saya terkadang harus membeli kartu perdana untuk menjaga agar handphone tetap aktif.
  9. Persiapkan uang cash.

 

Memulai perjalanan

Sebelum memulai perjalanan, biasanya saya melakukan peregangan otot kaki, pinggang, bahu, lengan sampai leher, kemudian dilanjutkan dengan berdoa, agar dimudahkan, dilancarkan dan diberi keselamatan.

 

Selama perjalanan

  1. Berkendaralah dengan santun, tanamkan di fikiran kita, bahwa semua pengguna jalan di sekitar kita adalah sahabat yang pertama kali akan menolong kita saat kita mengalami kecelakaan.
  2. Pacu kendaraan dengan kecepatan secukupnya, sesuai dengan kondisi jalan, tingkat kenyamanan motor dan tingkat pengendalian motor. Memacu motor dengan kecepatan tinggi selain menambah resiko terjadinya kecelakaan, juga membuat kita cepat lelah.
  3. Waspadai Blind Spot. Blind spot adalah posisi saat kita berada di samping mobil (biasanya saat menyalip) dimana keberadaan kita tidak bisa dilihat melalui spion pengemudi mobil. Jika berada di posisi ini, biasanya saya membunyikan klakson pendek untuk memberi tahu keberadaan kita.
  4. Waspadai Blind Corner. Blind corner adalah tikungan dimana kita tidak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan. Jika berada di posisi ini, biasanya saya membunyikan klakson pendek untuk memberi tahu keberadaan kita.
  5. Berkendara tanpa istirahat maksimal dua jam. Setelah dua jam, harus beristirahat.
  6. Usahakan untuk membatasi waktu perjalanan dalam sehari cukup 12 jam. Biasanya saya melakukan perjalanan dari pagi sampai sore, menjelang maghrib check in di hotel / penginapan, setelah maghrib bisa wisata kuliner makanan khas daerah setempat.
  7. Berinteraksilah dengan penduduk setempat. Setiap kali beristirahat sepanjang perjalanan, saya biasanya menyempatkan diri menyapa dan mengobrol dengan penduduk setempat.

Bro n Sist, tips dan trik diatas adalah beberapa kebiasaan yang saya lakukan saat solo riding jarak jauh. Barangkali Bro n Sist punya tips yanng lebih jitu, silahkan di share disini.

Semoga bermanfaat…

Luntang-lantung yuk

Maksimalkan Perlengkapan Touring dengan Pannier (Boks samping) XVENTURIDE

XV27viar

Bro n Sist…

Tidak lengkap rasanya jika sepeda motor touring tidak dilengkapi dengan utilitas penyimpanan. Perjalanan jauh memang sering kali memaksa kita untuk membawa barang bawaan lebih banyak. Peran utilitas penyimpanan sangat penting sebagai wadah barang bawaan yang praktis dan aman.

Ada beberapa utilitas penyimpanan yang sering di gunakan, diantaranya yaitu bagasi sepeda motor, top box, side box dan Pannier, dll.

Pada dasarnya, pannier adalah keranjang bawaan kiri kanan yang ditaruh diatas punggung Kuda atau Keledai. Seiring berjalannya waktu, istilah pannier sering diidentikkan dengan side box yang terbuat dari logam dengan bentuk yang cenderung persegi.

Bagi pecinta touring dan ADV, tentunya sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu ini. Beragam jenis dan merek mulai dari harga dua jutaan sampai harga belasan juta telah banyak beredar di pasaran. Continue reading

Tanya Jawab Seputar Regal Raptor Daytona 350

Regal Raptor Daytona menuju Puncak Galunggung

RR Daytona menuju Puncak Galunggung

 

Bro n Sist…

Sebagai pemilik motor yang gak mainstream familiar, saya sering sekali ditanya ini itu oleh teman, tetangga, saudara, petugas SPBU, bahkan oleh pengendara motor yang berhenti di sebelah saat di Lampu merah. Naah, khusus buat Bro n Sist, saya rangkum tanya jawab seputar RR Daytona di tulisan kali ini. Silahkan disimak… Continue reading

[Share] Jalur Rawan Tabrakan Beruntun

Pah, lajur kanan kosong tuh
Enggak mah, disini aja
Emang kenapa? Lama tau…!!
Lajur kanan disini rawan tabrakan beruntun, padahal paling selisihnya cuma 10 menit.

Begitu kira-kira percakapan kami saat melintas Tol Kemanggisan arah Kebon Jeruk di malam hari. Saya memang sudah terbiasa mengalokasikan waktu 15 menit lebih lambat demi menghindari tabrakan beruntun di lajur kanan ruas tol tersebut. Bukan sekali dua kali, hampir setiap melewati ruas tol Kemanggisan arah Kebon jeruk, selalu ada kejadian “berhenti mendadak”, benar-benar sangat beresiko.

Waktu memang sangat berharga, tapi nyawa dan keselamatan jauh lebih berharga dibanding selisih waktu beberapa menit saja.

Continue reading