Melibas Tanjakan dengan Grand Livina Matic

Melibas Tanjakan dengan Grand Livina Matic

“Grand livina matic tanjakan” banyak menjadi perbincangan orang-orang. Konon Grand Livina Matic gak kuat nanjak. Ada juga yang bilang, mobil ini lemah di tanjakan. Macam-macam opini orang tentang Grand Livina matic di tanjakan. Baik cerita oleh pemilik langsung, maupun gosip-gosip yang menyebar dari mulut ke mulut mengenai salah satu kelemahan mobil yang terkenal paling nyaman di kelasnya ini.

Daripada percaya gosip, sebagai mantan pemilik grand livina manual yang tidak pernah punya masalah dengan tanjakan, saya tertantang untuk menjajal langsung Grand Livina matic untuk melibas tanjakan Panggang yaitu dari Imogiri menuju pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta.

Video:

Grand Livina Matic XV 2014

Grand Livina yang saya test adalah grand livina XV tahun 2014 dengan transmisi Xtronic CVT. Mobil ini diisi 4 orang penumpang dewasa dan 2 orang balita. Selama perjalanan melibas tanjakan, AC dalam posisi ON. Jadi, 100% full AC. Dengan begitu, saya akan mencoba benar-menar membuktikan kemampuan mobil ini dengan kondisi normal tanpa mematikan AC.

Nah… Awalnya saya cukup optimis dengan kemampuan Grand Livina ini. Bagaimana tidak, di jalan datar, tarikan Xtronic CVT cukup responsif dan bertenaga. Selain itu, kalim pabrikan, mobil ini menggunakan mesin yang sama dengan Nissan Juke, yang memiliki power dan Torsi yang cukup besar. Optimisme saya mulai memudar ketika mobil ini mulai menemui jalur tanjakan yang cukup panjang. Padahal tanjakan tersebut belum masuk kategori ekstrim, alias masih biasa saja.

Kerepotan di Tanjakan

Memasuki daerah Panggang, saya sengaja mengandalkan transmisi “D” untuk mencoba melahap semua tanjakan. Saat menemui tanjakan panjang, mulai terasa kehilangan tenaga. Lalu saya aktifkan mode “sport” untuk menaikkan putaran mesin. Namun ternyata mode sport tidak membantu. Mobil masih kehilangan tenaga dan cenderung drop. Sebelum sampai drop, saya pindahkan tuas transmisi ke posisi “L”, barulah putaran mesin langsung naik drastis dan mobil kembali bertenaga. Sayangnya, dengan posisi transmisi di “L”, mobil berjalan sangat lambat sedangkan putaran mesin meraung cukup tinggi alias ngeden.

Setelah melewati tanjakan tersebut, jalanan kembali landai. Selanjutnya saya sengaja mengaktifkan mode “Sport”. Saat memasuki tanjakan, posisi transmisi di “D” dengan mode Sport. Mobil terasa lebih bertenaga dan lebih siap melibas tanjakan.

Lebih jelasnya, simak Video diatas.

Kesimpulan

Jika rute yang akan dilalu diperkirakan akan banyak tanjakan, maka sebaiknya langsung mengaktifkan mode “Sport”. Sehingga grand livina matic ini lebih siap untuk melibas tanjakan.

Silahkan dikomentari…

By Proleevo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *