[Driving Review] BMW 530i Tahun 1994 3.000cc V8

[Driving Review] BMW 530i Tahun 1994 3.000cc V8

Bro n Sist…

Setelah dapat unit BMW 530i Individual tahun 1994, mobil tersebut langsung saya bawa dari Yogyakarta ke Cikarang untuk direview. Berikut ini hasil review saya, silahkan disimak.

BMW 530i Individual E34M60. 3.000cc V8 32 valve. Tahun 1994 (usia 22 tahun)

Rute: Jogja – Cikarang via Bumiayu

Kesan pertama



Mobil terasa bongsor, lebar dan panjang. Kabin lega dan mewah. Body e34 terlihat classic (jadul) dan berkarakter.

Fitur



ABS, air bag, electric seat, cool box, electric krey (rusak), electric mirror, dual mode untuk transmisi matic yaitu Auto (A) & Sport (S), instrumen cluster tergolong lengkap, sangat canggih pada jamannya, dll

Driving position



Driving position bisa diatur suka2 dengan pengaturan jok electric. Ada 4 axis pengaturan:

Maju mundur jok

Naik turun jok

Rebah tegak sandaran bahu

Naik turun sandaran kepala

Driving position terasa nyaman, visibilitas cukup baik, walaupun agak merepotkan bagi driver pemula. Kaca spion original BMW bagi saya terlalu datar (kurang cembung), akibatnya kendaraan di belakang terlihat sangat dekat. Perlu pembiasaan. Yg menarik, kaca spion ini anti silau.

Handling dan Suspensi



BMW e34 ini memiliki handling yg cukup baik, stabil di kecepatan tinggi, dengan body yg panjang dan lebar masih cukup mumpuni diajak menikung tajam, meskipun kalau dibandingkan dengan BMW seri 3 atau Mitsubishi Lancer, masih kalah presisi. Sedangkan untuk suspensi, e34 ini tergolong sangat nyaman. Suspensi empuk, tetapi tidak terasa mengayun. Bisa dibilang sektor kenyamanan suspensi inilah yg membuat e34 unggul telak dibanding e36 (seri 3).

Performa



Dengan engine 3.000 cc V8 DOHC 32 valve, mobil ini punya tenaga yang beringas mencapai 218HP. Sayangnya dengan konvigurasi V8, tenaga yg dahsyat baru terasa diatas 2500rpm, dibawah itu terasa biasa saja. 

Pada mode A, akselerasi mobil ini tidak terlalu istimewa untuk ukuran BMW, tapi pada mode S, sekali tancap gas dijamin badan langsung tersentak tertarik ke belakang. Sangat asyik untuk bermain2 menyalip di Tol, tinggal towel ke mode S, mobil serasa pakai NOS. Wuuush… Meskipun dengan konsekuensi konsumsi bbm yg sangat boros.

Traksi dan Pengereman


Traksi ban Bridgestone Turanza 225/60 -15 yang terpasang di velg 15″ standar BMW seri 5 ini tergolong cukup baik. Beberapa kali terpaksa melakukan hard braking, tidak ada gejala slip, bahkan di kondisi track basah. Hal ini tentunya juga berkat kinerja rem ABS dan power brake yang berfungsi dengan baik. 

Untuk mobil dengan bobot 1.6 ton transmisi matic, saya mengapresiasi kualitas pengereman mobil ini. Meskipun tidak sebaik seri 3 yang memiliki bobot lebih ringan.

Konsumsi BBM



Dengan cara driving masih sering lihat jarum “Fuel Consumption” (tujuan eco drive) tapi terkadang sering lupa, sering main-main dengan mode sport sampai 4500 rpm. Konsumsi BBM rata2 sekitar 7.5km/liter untuk perjalanan Jogja – Cikarang menggunakan Pertamax 92.

Kesimpulan



BMW e34 M60 Individual menawarkan kenyamanan yang baik dengan segudang fitur yg memanjakan tanpa menghilangkan karakter BMW di dalamnya. E34 cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga. Mobil dengan usia 22 tahun yang memiliki teknologi dan kenyamanan diatas rata-rata. Bahkan mobil tua ini masih terasa lebih nyaman dan lebih kencang jika dibandingkan mobil 300jutaan yang baru keluar dari dealer. Trust me!
Pros :

(+) Suspensi nyaman

(+) Kabin cukup luas

(+) Interior mewah dan kaya fitur

(+) Handling stabil di kecepatan tinggi
Cons

(-) Body bongsor, panjang dan lebar

(-) Kurang lincah dibanding seri 3

(-) Boros BBM

(-) Eksterior terkesan jadul
Bro n Sist, silahkan dikomentari…

7 thoughts on “[Driving Review] BMW 530i Tahun 1994 3.000cc V8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *