Menyusuri Jalan Desa dengan Tiger Revo

Mendengar istilah “Jalan desa”, jangan langsung membayangkan desa-desa di Kabupaten Sleman atau Bantul Daerah Istimewa Yogyaakarta yang rapih, bersih dan mulus. Karena disini bukan DIY, setidaknya hingga saat ini belum bisa disamakan dengan DIY.

Sekitar 39 KM dari ruas jalan desa tersebut masih berupa jalanan batu. Jalur yang sangat cocok untuk menguji settingan suspensi motor. Dari jalur ini pula, saya bisa mendapatkan data-data parameter suspensi motor ini, untuk bekal setting/ upgrade di kemudian hari.

Suspensi Tiger Revo 2008 punya saya ini ternyata harus mengalami beberapa pembenahan. Shockbreaker depan terasa terlalu empuk dan rebound terlalu cepat. Bahkan saat bottoming seringkali terdengar suara “jeduk” akibat seal dust yang beradu dengan uderbracket. Pantulan di bagian depan ini terasa sangat tidak nyaman dan mengganggu pengendalian motor.


Sedangkan tingkat kekerasan shockbreaker belakang Tiger Revo 2008 ini sudah cukup, tapi rebound masih terlalu cepat sehingga masih terasa guncangan-guncangan yang berlebihan. Ah… Andai pakai Bajaj Pulsar.

Tapi justru disini letak asyiknya. Saya tertantang untuk melakukan setting suspensi Tiger Revo tua ini agar lebih nyaman dan cocok dengan karakter saya. Dengan begini saya dipaksa berfikir keras, mencari referensi dan konsultasi kesana kemari untuk menemukan settingan suspensi yang sesuai, dengan budget yang reasonable. Pasti ada cara, pasti ada jalan. Pokoknya asyik sekali membangun sebuah motor menjadi apa yang kita inginkan.

Bersambung…

#tigerrevo #tigerrevoindonesia #lebak #lebakbanten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *