Mengenal Proses Pengelasan di Industri Otomotif (Part 2)

Bro n Sist…

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya disini…

Kita bahas satu per satu secara singkat,

1. SMAW biasa disebut las listrik

Las listrik dengan Menggunakan elektroda, obat di lapisan elektroda menjadi pelindung sehingga proses penyatuan logam tidak bersentuhan dengan udara luar (oksidasi). Biasa digunakan untuk las pagar, kanopi, konstruksi, kapal dll.
(+) Praktis dan murah
(-) Tampilan seadanya, harus membuang terak, masih ada spatter, susah diaplikasikan dengan robot.

2. GMAW / MIG / MAG biasa disebut las CO

Menggunakan kawat las berupa wire dengan gas sebagai pelindung, gas yang digunakan bisa berupa CO2, Argon, atau campuran keduanya. Biasa digunakan di industri Otomotif, konstruksi, kapal, alat berat, furniture dll.
(+) Sangat cepat, tampilan relatif lebih baik dibanding SMAW, sangat cocok untuk aplikasi robot.
(-) Investasi relatif mahal, kekuatan dibawah GTAW, masih ada spatter, tampilan tak sebaik GTAW.

3. GTAW / TIG biasa disebut las argon

Menggunakan tungsten sebagai sebagai pemicu panas dengan gas argon sebagai pelindung serta umpan berupa kawat batangan (TIG rod). Untuk mesin manual, TIG dilakukan dengan dua tangan oleh welder yang berpengalaman. Beberapa tahun belakangan GTAW bisa diaplikasikan dengan robot yaitu dengan penambahan Cold Wire Feeder. Biasa digunakan untuk menambal blok mesin, rangka sepeda, furniture dengan tujuan artistik, sebagian Otomotif terutama tubular frame MOGE, dll
(+) Penetrasi dalam dan kuat, tanpa spatter, tampilan sangat baik bahkan artistic.
(-) Sangat lambat, perlu keahlian khusus, jika aplikasi robot, sangat mahal dan masih lebih lambat dibanding GTAW.

4. SAW

Menggunakan flux (sejenis pasir) sebagai pelindung. Biasa digunakan untuk mengelas tabung atau tanki bertekanan tinggi, misalnya tabung gas, pipa gas, dll
(+) Kekuatan sangat baik, tampilan halus, hampir tanpa spatter.
(-) Mahal, tidak praktis, tidak cocok untuk komponen kecil.

5. Spot Welding

Pengelasan tanpa material tambahan, yaitu dengan menyatukan kedua ujung elektroda tembaga pada dua lembar material yang akan disatukan. Hanya bisa digunakan untuk sheet metal dengan ketebalan terbatas. Biasanya untuk body mobil, part-part tipis, dll. bisa diaplikasikan dengan robot.

6. Seam Welding

Sama seperti spot welding, hanya saja elektoda tembaga berupa piringan yang diputar (diroll dikedua sisi). Biasanya untuk membuat tanki bbm, tabung shock absorber, dll

Lalu bagaimana dengan robot?

Robot sebagai operator MIG welding

Robot adalah sistem penggerak yang bekerja berdasarkan pemrograman dengan gerakan yang berualang secara presisi. Pengelasan dengan robot jauh lebih presisi dan konsisten jika dibanding dengan welder, tentunya jika ditunjang dengan JIG yang presisi, jika tidak “yo luwih parah”.

Robot sering digunakan untuk welding, handling, painting, marking, bahkan untuk whana hiburan.

Saat ini industri Otomotif roda dua di indonesia 100% menggunakan metode MIG welding dan mulai ahir dekade 90an atau awal dekade 2000an sudah banyak menggunakan robot untuk mengelas main frame maupun swing armnya. Sepengetahuan saya, belum ada yang menggunakan TIG welding seperti swing arm megelli yang sangat sexy itu.

TIG welding dengan robot sudah diaplikasikan di Indonesia, hanya saja saat ini masih terbatas pada pengerjaan komponen mobil diantaranya “daun pintu” yang benar-benar membutuhkan tampilan yang baik.

CMIIW please…

11 thoughts on “Mengenal Proses Pengelasan di Industri Otomotif (Part 2)

  1. Pingback: Mengenal Proses Pengelasan Di Industri Otomotif (Part 1) | proleevo

  2. Pingback: [Review] Knee & Elbow Protector untuk Riding | proleevo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *