[VLOG] Test Drive Suzuki IGNIS GX, Tanjakan Patuk Gunung Kidul

[VLOG] Test Drive Suzuki IGNIS GX, Tanjakan Patuk Gunung Kidul

Bro n Sist,

Di awal peluncuran Suzuki Ignis Indonesia saya sudah menulis tentang 7 detail unik Suzuki Ignis. Mobil ini memang cukup unik dengan dilengkapi berbagai fitur yang lebih dari cukup untuk mobil sekelasnya.

Nah, kali ini saya akan mengulas Suzuki Ignis dari hasil Test drive beberapa waktu yang lalu. Tepatnya tanggal 19 Mei lalu saya berkesempatan menjajal Suzuki Ignis tipe GX transmisi manual. Tidak tanggung-tanggung, saya coba bawa Suzuki Ignis dari dealer Suzuki Bantul di Ringroad selatan menuju ke Nglanggeran melalui Patuk Gunung kidul. Berikut ini Video Test drive Suzuki Ignis tipe GX manual. Silahkan disimak…

Berikut ini hasil eksplorasi saya test drive Suzuki Ignis tipe GX manual:

Handling mantap dan lincah

Biarpun memiliki ground clearance yang cukup tinggi, ternyata itu tidak membuat Suzuki Ignis menjadi limbung. Tidak sesuai dengan dugaan saya sebelumnya, handling Suzuki Ignis ini tergolong sangat baik. Dengan wheel base yang tidak terlalu panjang, bisa ditebak, Suzuki Ignis sangat lincah untuk bermanuver di keramaian. Yang unik adalah saat dipacu di kecepatan tinggi, ternyata handling Suzuki Ignis cukup stabil. Bahkan untuk menikung di kecepatan cukup tinggi, body rolling terasa minim. Tidak limbung.

Suspensi cukup kaku

Suspensi Suzuki Ignis ini tergolong cukup kaku. Saat test drive Suzuki Ignis melewati jalanan yang bumpy, guncangannya cukup terasa. Jika boleh dibandingkan, suspensi Suzuki Ignis ini karakternya mirip New Avanza tahun 2012-2013. Jadi, jangan harap kenyamanan suspensi seperti Ertiga.

Kopling Enteng

Yang ini sebenarnya tidak perlu dibahas lagi. Mobil-mobil keluaran Suzuki untuk generasi 2013 keatas memang koplingnya terkenal enteng jika dibandingkan merek lain. Untuk bermacet-macetan, kaki tidak terlalu pegal walaupun pake transmisi manual.

Setir ada yang aneh

Suzuki Ignis sudah menggunakan EPS untuk stir nya. Alhasil setir terasa enteng. Uniknya saat melaju di kecepatan tinggi, secara otomotis setir menjadi berat. Maka dari itu, Suzuki Ignis ini tetap stabil di kecepatan tinggi. Namun ada satu yang mengganjal mengenai setir Suzuki Ignis ini. Setelah setir diputar untuk berbelok tajam, roda kemudi tidak otomatis kembali ke posisi lurus. Terasa seperti ada yang nyangkut alias seret.

Pengereman Juara

Jujur, Suzuki Ignis ini rem nya enak banget. Kombinasi ABS, EBD dan BA nya membuat saya pede untuk mengontrol dan menghentikan laju mobil ini. Susah untuk diceritakan, harus dicoba sendiri.

Performa Cukup

Performa mesin 1200cc 4 silinder limpahan dari Suzuki Splash ini terasa tidak terlalu istimewa. Tapi cukup oke juga untuk putran menengah dan putaran tinggi. Tidak ada lonjakan torsi, tetapi aliran tenaga terasa smooth dan terus mengisi.

Kesimpulan:

Suzuki Ignis memang sangat cocok bagi yang menginginkan mobil kompak dengan ukuran yang tidak makan tempat, memiliki desain unik dengan interior yang atraktif serta kaya akan fitur. Dengan ground clearance yang cukup tinggi, Suzuki Ignis juga siap diajak menjangkau daerah pedalaman dengan kondisi jalan yang seadanya.

Suspensi yang cukup keras adalah konsekuensi atas kestabilan handling mobil ini. Jika senang berpetualang dan sensitif terhadap detail handling sebuah kendaraan, Suzuki Ignis cocok untuk dibawa pulang.

Silahkan dikomentari…

By Proleevo

4 thoughts on “[VLOG] Test Drive Suzuki IGNIS GX, Tanjakan Patuk Gunung Kidul

  1. Saya sudah pake Ignis juga, stirnya memang ga mau balik lagi setelah belok full… itu kayanya karena sudut caster yang kurang pada suspensi…

      • Kayanya seperti itu, cuma masih mending, caster kurang tetapi kestabilan masih oke….
        Cuma ga enak aja pas belok stir ga mau balik sendiri… apalagi buat yang baru belajar nyetir, bakal kerepotan pas lagi belok full…
        Tetapi ane terobati sama larinya kl di tol, padahal saya pake yg AGS, mungkin karena power to weight rasionya besar ya… sama AGS kan memang sebenernya transmisi manual yg dibikin matic…. lari ke 140 ga pake lama… surprise juga pas pertama pake di tol..
        ANKI 2.0 A/T ane juga kalah enak kl buat lari di tol… hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *