[Riding Review] Honda PCX 150, Asyik Buat Harian

Bro n Sist…

Sekitar setahun yang lalu saya pernah menuliskan tentang Honda PCX 150 VS Yamaha Nmax 155. Secara garis besar, PCX unggul di built quality dan kenyamanan sedangkan Nmax unggul di harga dan performa.

Kali ini saya coba sharing pengalaman saya menggunakan Honda PCX 150 ini untuk aktifitas sehari-hari dengan rute jalur Cikarang – Tambelang- Tambun utara- Grama puri dan sekitarnya. Kondisi jalanan disini didominasi jalan beton yang dipenuhi handicap berupa kemacetan, beton retak, beton naik dan turun tiba-tiba, polisi tidur level 12 dan sebagainya. Silahkan disimak review berikut ini…

Suspensi empuk

Sudah bukan rahasia bahwa Honda PCX ini memiliki suspensi yang empuk. Redaman suspensi PCX ini terasa nyaman untuk melibas jalanan kabupaten Bekasi ini. Berbagai handicap yang saya sebutkan diatas itu bukan masalah serius jika menggunakan PCX.

Jok nyaman

Jok PCX 150 ini sudah didesain nyaman dari sananya tanpa perlu dirombak atau dimodifikasi. Selain busanya yang tebal dan empuk, cover jok yang lentur ukurannya yang lega serta bentuknya yang mengikuti kontur maaf “pantat” menjadikannya benar-benar nyaman diduduki.

Bagasi Luas

Bagasi PCX yang luas sangat membantu untuk menyimpan barang bawaan yang menunjang aktifitas sehari-hari.

Riding Position Relaks

Salah satu keunggulan motor matic bongsor (bukan hanya PCX) dibandingkan motor sport, bebek, atau matic kecil adalah riding position yang relaks. Posisi stang yang cukup dekat dan tinggi membuat badan lebih tegak. Dek pijakan kaki pun cukup luas dengan dua pilihan posisi kaki, ditekuk atau dijulurkan ke depan.

Konsumsi BBM Irit

Setahun yang lalu saya menghitung konsumsi BBM PCX untuk rute jalur pantura Cikarang – Cirebon dengan kecepatan sering menyentuh 90-100 km/jam, hasilnya adalah 40km/liter pertamax. Anehnya, saat dipakai santai harian dengan kondisi jalan yang bervariasi dengan kecepatan maksimal 60 km/jam, PCX ini justru lebih irit. Konsumsi BBM bisa mencapai 48 km/liter pertamax.

Kelemahan PCX 150 tidak berpengaruh untuk harian.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, Honda PCX 150 bagi saya memiliki beberapa kelemahan. Top speed yang mentok di angka 105 km/jam, suspensi yang mengayun di kecepatan tinggi, pengereman yang kurang baik di kecepatan tinggi, serta handling yang kurang presisi di kecepatan tinggi. Kelemahan-kelemahan tersebut tentunya sangat mengganggu jika PCX digunakan untuk touring high speed. Namun untuk aktifitas harian, rasanya tidak berpengaruh sama sekali. 

Reliable

Harus saya akui bahwa motor bebek dan matic honda memiliki reabilitas yang baik. Tidak terkecuali PCX 150 ini. Bandel dan awet. 

Kesimpulan

Diluar harga beli nya yang cukup (terlalu) tinggi, Honda PCX 150 adalah motor terbaik untuk aktifitas harian. Sedangkan untuk touring jarak jauh, tanpa ragu saya lebih merekomendasikan…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bajaj Pulsar 220.

Bro n Sist, silahkan dikomentari…

Burgman 200 dibandrol 54 juta, Suzuki Batal Mengulang Sejarah Membungkam Honda

pcx-vs-burgman

 

Bro n Sist,

Di bulan Maret lalu, saya pernah menuliskan opini, bahwa Suzuki Indomobil Bisa saja mengulang sejarah, menyalip di tikungan seperti saat Satria FU dengan Mudahnya mengobrak-abrik penjualan Honda Sonic CBU ( kilik disini..). Yup, saat ini, Suzuki bisa saja menggempur segmen maxy scooter yang telah dihuni oleh Honda PCX dengan menghadirkan Suzuki Burgman 200 tentunya dengan harga yang kompetitif. Continue reading

Kesempatan Suzuki Indonesia Nyalip di Tikungan Lagi

sonic vs satria

 

Bro n Sist…

Sepak terjang Suzuki Indonesia dalam hal ini Suzuki Indomobil Sales” selalu menarik untuk dibicarakan khususnya divisi roda dua. Kali ini kita ngobrol sedikit mengenai kans yang dimiliki oleh SIS di tahun ini.

Dalam analisa dangkal orang awam seperti saya, tahun ini SIS bisa mengulang langkah jitu yang telah dilakukan sekitar satu dasawarsa lalu demi meraih sukses di tahun-tahun berikutnya pada segmen tertentu.

Continue reading