[Review] Satu Tahun Bersama Honda Vario 125 Helm In

[Review] Satu Tahun Bersama Honda Vario 125 Helm In

Bro n Sist…

Satu tahun sudah, garasi mungil kami ditempati oleh Matic 125 cc keluaran AHM, terselip diantara 3 kendaraan lainnya. Kini saatnya bagi saya untuk menuliskan review berdasarkan pengalaman pribadi selama memelihara motor ini selama satu tahun.

Awalnya saya sama sekali tidak berencana untuk meminang Vario 125 ini, saya datang ke Show room milik seorang kawan dengan tujuan untuk meminang Yamaha X-ride. Berhubung yang dicari tidak tersedia, akhirnya saya pun membawa pulang Vario 125 ini. Vario 125 yang saya pilih adalah varian NON ISS dengan harga pada waktu itu 15.5 juta, setara dengan harga Yamaha X-ride versi standar.

Modifikasi Fungsi
Persis satu hari setelah menerima STNK dan nomor polisi, Vario 125 langsung saya bawa ke toko aksesoris untuk ganti Velg + ban. Velg menggunakan merek POWER dengan ukuran 2.15×14″ (depan) dan 2.5×14″ (belakang), sedangkan ban belakang menggunakan FDR Evo 110/70-14 dan ban depan menggunakan ban belakang bawaan Vario yang dipindah ke depan.

Sekitar seminggu berikutnya, Vario 125 saya pasangi Box Givi E33 sepecial edition Stefan Bradl dengan menggunakan bracket merek DAHS dari Juraganbox.com.

Nyaman dan Irit

Satu hal yang paling saya suka dari motor ini adalah “Nyaman”. Mulai dari suspensinya yang pas, hingga power delivery yang cukup merata mulai dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi, motor ini benar-benar melebihi harapan saya. Dalam hal konsumsi BBM pun Vario 125 terbilang irit. ! liter pertamax bisa digunakan untuk menempuh jarak lebuh dari 40 km dengan kondisi ban gambot.

Minim Keluhan

Sebagai motor ketiga, memang Honda Vario 125 ini paling rendah jarak tempuhnya. Hingga saat ini, odometer baru menunjukkan angka 4 ribuan Km, mendekati 5 ribu Km. Maklum, motor hanya digunakan untuk jarak dekat, terhitung penggunaan paling jauh adalah ke Pulogadung dengan jarak 50 an Km.

Selama satu tahun, dengan jarak tempuh tersebut, Vario 125 tidak mengalami keluhan yang berarti. Seingat saya, hanya ada dua masalah kecil, yang pertama adalah beberapa bulan lalu pernah terjadi getaran (nderegdeg) saat berakselerasi. Solusinya, buka CVT, dibersihkan dan disemprot, Beres!!. Yang kedua, semenjak dari baru, bodi depan vario 125 bunyi (khas Honda buatan AHM), stelah diganjal karet, beres!!.  Selain itu, TIDAK ADA MASALAH.

 

Kesimpulan

Vario 125 dirancang untuk memenuhi kebutuhan para commuter yang mempunyai aktifitas padat di perkotaan. Di sisi lain, Vario 125 pun masih cukup nyaman untuk diajak bepergian jauh keluar kota.

Hingga saat ini, saya merasa keputusan untuk meminang Vario 125 adalah keputusan yang tepat, dan saya cukup puas dengan Vario 125. Bagaimana dengan Bro n Sist?

Silahkan dikomentari…

7 thoughts on “[Review] Satu Tahun Bersama Honda Vario 125 Helm In

  1. Vario 125 ane udah 50rbu km tahun 2013….
    Memang nyaman…
    Kekurangannya adalah…
    Keseimbangannya kurang dibanding matik lainnya… Cenderung sangat berat dibelakang, yg mengakibatkan terasa seperti membuang…. Beda dengan generasi terbarunya… Apa karna beda rangka ya….?

  2. Mas gan. Lagi galau nih pilih vario 125 atau nmax non abs ya?

    Keperluan buat sehari2, ke mini market, ke pasar, and seminggu sekali pp tgr-jkt-tgr

    • Wah susah jawabnya.

      Nmax menang di tampilan, lega, power mumpuni. Tapi wajib ganti shock belakang.

      Vario 125 menang di hemat bbm dan terbukti bandel. Perawatan pun bisa jadi labih hemat.

      Tinggal lebih butuh yg mana..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *