Perbedaan Proses Produksi CBR 250RR Dibanding Motor Lain di AHM

Perbedaan Proses Produksi CBR 250RR Dibanding Motor Lain di AHM

Bro n Sist, Sabtu kemarin saya bersama teman-teman blogger dari ibukota dan beberapa daerah menghadiri acara halal bihalal serta factory visit PT. Astra Honda Motor di Plant 4 dan Plant 5. Dua plant AHM ini berada di kawasan industri Kota Bukit Indah. Saya masih bingung apakah Plant 4 & 5 AHM ini masuk wilayah Karawang atau Purwakarta. Soalnya, Hino dan Nissan yang juga berada di Kawasan tersebut menyebut mereka berada di Purwakarta, sedangkan AHM menyebutnya sebagai plant Karawang.

Kami berkesempatan mengunjungi pabrik AHM Karawang ini untuk mengetahui proses manufaktur sepeda motor AHM mulai dari casting (pengecoran) engine sampai perakitan motor dan final inspection.

Jujur, ini adalah pertama kalinya saya masuk plant AHM. Walaupun dulu saat masih berprofesi Sales Enginer dan Sales Manager produk welding sering keluar masuk line produksi YIMM, Suzuki dan Kawasaki, tetapi belum pernah ke line produksi AHM.

Line Produksi AHM plant 4 dan 5 ini selangkah lebih maju dibandingkan Kawasaki 2 tahun lalu (terakhir saya kunjungi). Ada dua hal yang mendasari pernyataan saya tersebut. Pertama adalah, AHM sudah menggunakan full automation conveyor untuk line paintingnya, artinya sudah tidak menggunakan lori. Yang kedua adalah penggunaan robot untuk Casting dan Machining handling. Sedangkan robot Welding, baik Yamaha dan Suzuki juga sudah menerapkannya sejak tahun 90an sedangkan Kawasaki, tahun 2000an sudah turut menerapkan robot Welding.

Lanjut ke CBR 250RR. Motor ini ternyata mendapat perlakuan khusus di proses manufacturing nya. Perlakuan khusus tersebut diterapkan di proses Engine Assembly (perakitan mesin). Khusus Honda CBR 250RR, perakitan mesin dilakukan di ruang tertutup, steril dari debu, serta temperatur dan humidty (kelembaban) nya selalu dijaga. Sedangkan untuk produk selain CBR 250RR, perakitan mesin dilakukan di area terbuka.

Perlakuan khusus untuk Engine Assembly CBR 250RR itu memiliki alasan yang logis yaitu tingkat kepresisian mesin performa tinggi memang berbeda dengan mesin lainnya sehingga perlu lingkungan yang steril untuk memastikan mesin tersebut tidak mengalami error sedikitpun.

Diluar proses Engine Assembly tersebut, CBR 250RR mendapat perlakuan yang relatif sama dengan produk lainnya. Hanya saja, karena line perakitan CBR 250RR ini terpisah, maka sudah pasti operator yang mengerjakan pun berbeda. Selain itu, cycle time untuk CBR 250RR ini cukup lama yaitu 4 menit untuk satu motor. Bandingkan dengan line produk AHM lainnya yang hanya 22 detik.

Silahkan dikomentari…

By Proleevo

2 thoughts on “Perbedaan Proses Produksi CBR 250RR Dibanding Motor Lain di AHM

  1. AHM memang masuk ke Karawang Mas, tugu batasnya ada sekitar 2 km sebelum AHM dekat pertigaan. Btw kok kemarin ga ketemu ya mas ? saya cuma sempat salaman sama juragan DOHC 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *