Mencicipi Jalur Parangtritis – Wonosari dengan Grand Livina

Bro n Sist,

Masih dalam rangkaian perjalanan 7 pantai 3 candi bersama si kecil ( silahkan klik disini…) setelah selesai bercengkrama dengan pantai Parangtritis, perjalanan kami lanjutkan menuju kawasan wisata pantai di Gunung kidul yang terkenal eksotis. Syukurlah saat ini telah dibuat akses jalan tembusan dari Parangtritis menuju Wonosari dan sekitarnya.

Sebagai pehobi luntang-lantung, kesan saya terhadap ruas jalan ini adalah “amazing”. Memang kita semua sudah sama-sama tahu bahwa kualitas jalan di DIY adalah yang terbaik di Jawa, akan tetapi melintasi daerah pelosok yang sangat sepi dengan kualitas jalan seperti ini adalah hal yang membuat saya tercengang, sampai-sampai terbesit harapan suatu saat jalanan di pelosok Banten atau kabupaten Bekasi akan seperti ini. “ah… itu cuma hayalan.

Jalanan mulus berkelok dengan kontur yang cukup tajam ini kami lewati dengan penuh semangat. Sangat jarang sekali kami berpapasan dengan kendaraan lain. Benar-benar perjalanan yang sangat menyenangkan. Nissan Grand livina yang menemani kami sepanjang perjalanan sesekali harus berteriak hingga 4 ribu rpm saat menemui tanjakan curam. Memang karakter mobil ini lebih galak di rpm tinggi dan sangat lemah di rpm rendah. Namun demikian, MPV 1500cc super irit ini tidak menemui kendala saat melibas tanjakan curam di daerah ini. So, bagi para pemilik Grand Livina yang merasa mobilnya kurang bertenaga, silahkan coba bermain di 3000 – 5000 rpm. Mencicipi Jalur Parangtritis - Wonosari dengan Grand Livina

Saat melibas tikungan tajam, mobil ini pun cukup stabil, walaupun masih dibawah avanza, tetapi jauh lebih stabil dibanding Panther. Kalo dibanding Land Cruiser atau Hummer, pastinya saya harus menunggu bro n sist untuk meminjamkan kedua mobil tersebut untuk direview.. Mencicipi Jalur Parangtritis - Wonosari dengan Grand Livina

Well, bagi Bro n Sist yang ingin wisata susur pantai selatan Yogyakarta, akan lebih asyik dengan melewati jalur ini.

Bro n Sist, silahkan dikomentari…

13 thoughts on “Mencicipi Jalur Parangtritis – Wonosari dengan Grand Livina

  1. power livina emang baru keluar diatas 2500 RPM. cuman gak tega kalo udah teriak di rpm 3000. 😆

    tapi rekor bejek livina pas tanjakan ya hampir 5000 rpm di posisi 1 (matic) wkwkwkwkwk :mrgreen:

  2. jalurnya asoy ini.. 😎 sayang parangtritis ke barat masih belum beres.. :mrgreen:
    kalo ke timur di wonogiri belum tau jjlsnya seperti apa..tapi tembusnya di pacitan asyik banget mas..seperti yang pernah diceritakan kang tmcblog pas pulang kampung.. 🙂

  3. Grand Livina stabil banget untuk ngebut di jalan lurus, pernah sampai 160 km/jam di jalan tol nggak goyang bodinya, tapi kalau sudah nanjak bisa kepayahan, mesti ancang-ancang dulu. Waktu itu pernah diajak pulang kampung dan diajak nanjak dari Tawangmangu ke Cemorosewu dengan muatan 6 orang dewasa dan bagasi full, terpaksa harus pake 1 (matic) ancang-ancang dari bawah, itu pun kalau jalan tanjakannya harus kosong, kalau tanjakannya lagi padat bakal kehilangan tenaga. Tapi kalau soal iritnya mantabz banget, padahal pake yang matic 1.5 XV, gimana yang manualnya, pasti lebih irit lagi.

  4. sebaiknya jangan ngebut ke arah pantai… tikungan2 belum sesuai untuk kendaraan2 modern..juga tanjakan2nya terlalu terjal, sehingga tiba2 ada mobil didepan tanpa kitamelihat sebelumnya..UJUG UJUG mak JEGHAGIK ..kata wong Jowo..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *