Selamat Jalan TVS Apache X-Venture

TVS Apache Xventure 08

Bro n Sist…

Tulisan kali ini mungkin sedikit terkesan curhat, namun dibalik itu sebenarnya saya ingin berbagi pengalaman apa adanya sehingga bisa menjadi pelajaran bagi Bro n Sist sekalian.

TVS Apache Xventure warna putih, pertama kali mampir ke Garasi mungil saya sekitar 8 bulan lalu, tepatnya di bulan September 2014. Di bulan Mei ini, motor buatan TVS Karawang tersebut harus meninggalkan Garasi saya. Tidak ada alasan yang terlalu rumit untuk melepas tunggangan yang satu ini, alasan saya hanya satu, TVS Apache Xventure tidak dapat memenuhi ekspektasi saya, itu saja.

Continue reading

Swing Arm Yamaha R15 Masih Import Dari India, Harga 600 Ribuan

IMG01825-20120603-1604

Bro n Sist…

Salah satu yang menarik dari Yamaha R15 adalah swing arm nya yang terbuat dari aluminium die casting. Tidak seperti sebagian besar motor lokal Yamaha yang menggunakan swing arm baja yang diproduksi PT. MIPP Cikarang, swing arm R15 sampai saat ini masih didatangkan langsung dari India.  Continue reading

[Review] Tank Bag Donimoto J3 Adventure

???????????????????????????????

Bro n Sist…

Kali ini saya coba membahas mengenai tank bag. Dulu saya pernah memiliki tank bag, pernah saya bawa ajrut-ajrutan ke puncak Talaga Bodas di tahun 2011 yang kala itu kondisi jalannya masih cukup parah. Alhasil, baru beberapa ratus meter, tank bag tersebut saya lepas lantaran cukup mengganggu dan cenderung bergeser kesana kemari akibat magnet yang kurang kuat. Dari situ saya agak kapok untuk menggunakan tank bag. Tank bag tersebut pun saya jual separuh harga. 🙂

Di acara TVS Max 125 Banten Explore beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menjajal beberapa produk Donimoto yaitu Camera Harness  dan Tank Bag. Camera harness sangat membantu saya merekam video perjalanan layaknya menggunakan action cam dengan hanya bermodal kamera pocket. Sedangkan tank bag membantu menyimpan barang-barang kecil seperti HP, Power bank, charger, sarung tangan, balaclava dan lain-lain. Continue reading

Truk Terbalik di Tol Tangerang – Merak Km 30

image

Bro n Sist,
Berita sekilas, buat Bro n Sist yang akan melintasi tol Tangerang – Merak arah ke Serang, sebaiknya keluar tol Bitung dan melalui jalur biasa. Pagi ini, 28 Oktober 2014 pukul 09:40 WIB di tol KM 30 terjadi kecelakaan tunggal, truk terbalik hingga menutupi dua lajur tol. Akibatnya terjadi antrian panjang di tol arah ke Serang / Merak.

Ketika Penggemar Off Road Keracunan Motor Cruiser Ceper

???????????????????????????????

Bro n Sist…

Foto diatas saya jepret hari sabtu lalu saat saya melakukan test ride Hyosung Karion di sekitar Alam Sutera Tangerang. Bro Imam sang pemilik Hyosung Karion nampak keasyikan menunggangi Regal Raptor Daytona hingga betah berlama-lama.

Seperti teman-teman saya yang lainnya, tidak banyak kata yang terucap saat Bro Imam turun dari motor saya, hanya senyuman lebar dan merekah yang terpampang di wajahnya. Saat saya tanya “bagaimana rasanya?” dia pun kembali tersenyum setengah cengengesan. 😀 Continue reading

Motor Bergenre Cruiser Kini Mulai Diminati Anak Muda

RR Daytona 350 Amar Albana

 

Bro n Sist…

Foto diatas adalah milik Bro Amar Albana, salah satu pemilik Regal Raptor daytona 350 cc asal Tangerang. Bro Amar Albana yang saat ini masih berstatus “anak kuliahan” tersebut sudah cukup lama join dengan group Regal Raptor Rider Indonesia di Face Book, hingga akhirnya benar-benar keracunan dan meminang Regal Raptor Daytona warna Hitam.

Continue reading

Dudu Sunda, Dudu Jawa, Kula Wong Cerbon

Rampak Topeng 2

 

Bro n Sist…

Hari ini beberapa jam lagi akan berlangsung balap MotoGP di Aragon Spain. Tapi seperti biasa, saya tidak akan membahas tentang MotoGP. Sambil mengisi waktu sebelum artikel tentang touring dan motor-motor anti main stream, iseng-iseng kita ngobrol-ngobrol tentang bahasa daerah saya yaitu bahasa Cirebon.

Sebagai orang Cirebon, sering kali saya merasa berada dalam suatu Dilema (sok puitis). Bagaimana tidak, banyak teman-teman saya yang orang Jawa berkomentar “wong Jowo kok ora iso ngomong Jowo”, beberapa teman lainnya yang orang Sunda pun tidak kalah berkomentar “Naon maneh teh, budak Jawa Barat teu bisa ngomong Sunda?” gubrak !! Serba salah. :mrgreen:”

Pada kenyataannya, kami orang Cirebon memang dalam kesehariannya menggunakan Bahasa Cirebon yang berbeda dengan bahasa Jawa, Juga berbeda dengan bahasa Sunda.

Continue reading

Maksimalkan Perlengkapan Touring dengan Pannier (Boks samping) XVENTURIDE

XV27viar

Bro n Sist…

Tidak lengkap rasanya jika sepeda motor touring tidak dilengkapi dengan utilitas penyimpanan. Perjalanan jauh memang sering kali memaksa kita untuk membawa barang bawaan lebih banyak. Peran utilitas penyimpanan sangat penting sebagai wadah barang bawaan yang praktis dan aman.

Ada beberapa utilitas penyimpanan yang sering di gunakan, diantaranya yaitu bagasi sepeda motor, top box, side box dan Pannier, dll.

Pada dasarnya, pannier adalah keranjang bawaan kiri kanan yang ditaruh diatas punggung Kuda atau Keledai. Seiring berjalannya waktu, istilah pannier sering diidentikkan dengan side box yang terbuat dari logam dengan bentuk yang cenderung persegi.

Bagi pecinta touring dan ADV, tentunya sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu ini. Beragam jenis dan merek mulai dari harga dua jutaan sampai harga belasan juta telah banyak beredar di pasaran. Continue reading

Tanya Jawab Seputar Regal Raptor Daytona 350

Regal Raptor Daytona menuju Puncak Galunggung

RR Daytona menuju Puncak Galunggung

 

Bro n Sist…

Sebagai pemilik motor yang gak mainstream familiar, saya sering sekali ditanya ini itu oleh teman, tetangga, saudara, petugas SPBU, bahkan oleh pengendara motor yang berhenti di sebelah saat di Lampu merah. Naah, khusus buat Bro n Sist, saya rangkum tanya jawab seputar RR Daytona di tulisan kali ini. Silahkan disimak… Continue reading

Brand Global, Harga Sama, Buatan Lokal dengan Negara Tetangga, Pilih Mana? Bukan Motor

Adidas

 

Bro n Sist…

Sebagai pembaca setia blog nya om Arantan, rasanya sah-sah saja jika sekali-kali saya menulis atas inspirasi dari tulisan beliau. Nah, tulisan kali ini terinspirasi dari tulisan om arantan yang ini (klik disini…).

Sekitar 7 tahun yang lalu, saya pernah jalan-jalan ke Sarinah & Pasaraya Thamrin hanya sekedar melihat-lihat. Ada satu hal yang sangat menarik buat saya pada waktu itu yaitu harga sepatu merek Adidas berkisar antara 800 ribu – 1 juta. Nah, uniknya, sepatu Adidas dengan harga 800 ribuan hampir semuanya “made in Vietnam” sedangkan sepatu Adidas dengan harga kisaran 1 Jutaan hampir semuanya “made in Indonesia”.  Saya benar-benar tidak salah lihat, malah hampir setengah jam saya teliti satu demi satu sepatu tersebut (maklum, masih katrok), hingga saya terus teringat sampai sekarang. Pikir saya “hmm.. hebat juga yaa, Made in Indonesia ternyata lebih mahal”. Dan saya tahu persis bahwa sepatu Adidas Made in Indonesia kala itu diproduksi di PT. Panarub Industri, PT. KMK Global dan PT. Prima Inreksa. Dimana di saat yang sama, PT. Panarub juga memproduksi sepatu merek lokal yaitu “Specs” dengan kisaran harga dibawah 200 ribu.

So, Pertanyaannya, Jika ada barang merek Global, harga sama, satu buatan lokal dan satu buatan luar, apakah Bro n Sist pilih buatan luar? Apakah buatan lokal harus lebih murah dibanding buatan luar? atau begini kasarnya, Apakah Adidas Made in Indonesia harus lebih murah dari Nike buatan Vietnam jika dijual disini? dan jika harganya sama maka orang lebih pilih Nike Vietnam atau Puma Vietnam atau Fila Vietnam asalkan jangan lokal? :mrgreen:

Monggo dikomentari sambil nyruput teh tubruk, biar santai… 😀

Foto dari Wikipedia