Yamaha X-Max 250 bisa Keduluan Viar V3

Yamaha X-Max 250 bisa Keduluan Viar V3

Bro n Sist…

Foto diatas saya dapat dari FB nya mas Huda. Menurut beliau, dari group Viar V Series. Sepertinya Viar mulai menggarap update versi terbaru dari V Series ini. Yang menarik adalah desain calon Viar V3 ini sekilas sangat mirip dengan Yamaha X-Max 250 yang telah lama beredar di daratan eropa sana. 

Memang belum ada kepastian tentang rencana Viar mengadopsi desain mirip Yamaha X-Max 250 ini. Namun jika menilik model Viar V1 yang sangat mirip dengan Yamaha Majesty 250, rasanya hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

Tarik ulur Yamaha

Sejak awal 2015 sosok Yamaha X-Max 250 sudah tertangkap kamera di daerah Karawang, bersamaan dengan N-Max 155 pada waktu itu. Jika N-Max langsung dirilis 2 bulan berikutnya, lain halnya dengan X-Max 250 yang hingga saat ini masih sebatas rencana. YIMM seolah maju mundur untuk merilis motor ini.

Yamaha X-Max 250 bisa Keduluan Viar V3

Tidak terpengaruh, tapi tidak lucu

Kalaupun Viar V3 yang serupa X-Max 250 meluncur duluan ke pasar sepeda motor Indonesia, sejatinya tidak akan berpengaruh terhadap kesuksesan Yamaha X-Max 250 nantinya. Namun jika itu terjadi akan ada kesan Yamaha mengikuti Viar. Apalagi beredar kabar bahwa Viar akan menggunakan mesin 350cc. Tidak lucu kan?

Silahkan dikomentari…
Foto 1 : FB Huda Elmarhoum

[Review] Setahun Bersama Panther LM

[Review] Setahun Bersama Panther LM

Bro n Sist…

Tak terasa si Biru yang berisik itu sudah menemani kami sekeluarga selama hampir satu tahun. Mobil low profil ini sangat setia menemani kami kesana-kemari, Jogja – Tangerang – Cirebon- Cikarang- Ngawi- Kudus- Salatiga semuanya dilalui tanpa kendala dan tanpa menguras kantong. Sekarang saatnya saya coba sharing pengalaman memelihara mobil ini selama satu tahun pertama. Silahkan disimak…

[Review] Setahun Bersama Panther LM

Bandel dan minim perawatan

Terjawab sudah pertanyaan dalam hati saya, kenapa mobil brisik dan polusi ini harga sekennya cukup tinggi. Ternyata kata kuncinya adalah “Bandel”. Saking bandelnya, biaya perawatan mobil ini menjadi sangat murah. Perawatan rutin yang saya lakukan di mobil ini :

Continue reading

[Driving Review] BMW 530i Tahun 1994 3.000cc V8

[Driving Review] BMW 530i Tahun 1994 3.000cc V8

Bro n Sist…

Setelah dapat unit BMW 530i Individual tahun 1994, mobil tersebut langsung saya bawa dari Yogyakarta ke Cikarang untuk direview. Berikut ini hasil review saya, silahkan disimak.

BMW 530i Individual E34M60. 3.000cc V8 32 valve. Tahun 1994 (usia 22 tahun)

Rute: Jogja – Cikarang via Bumiayu

Kesan pertama



Mobil terasa bongsor, lebar dan panjang. Kabin lega dan mewah. Body e34 terlihat classic (jadul) dan berkarakter.

Fitur



ABS, air bag, electric seat, cool box, electric krey (rusak), electric mirror, dual mode untuk transmisi matic yaitu Auto (A) & Sport (S), instrumen cluster tergolong lengkap, sangat canggih pada jamannya, dll

Driving position



Driving position bisa diatur suka2 dengan pengaturan jok electric. Ada 4 axis pengaturan:

Maju mundur jok

Naik turun jok

Rebah tegak sandaran bahu

Naik turun sandaran kepala

Driving position terasa nyaman, visibilitas cukup baik, walaupun agak merepotkan bagi driver pemula. Kaca spion original BMW bagi saya terlalu datar (kurang cembung), akibatnya kendaraan di belakang terlihat sangat dekat. Perlu pembiasaan. Yg menarik, kaca spion ini anti silau.

Handling dan Suspensi



BMW e34 ini memiliki handling yg cukup baik, stabil di kecepatan tinggi, dengan body yg panjang dan lebar masih cukup mumpuni diajak menikung tajam, meskipun kalau dibandingkan dengan BMW seri 3 atau Mitsubishi Lancer, masih kalah presisi. Sedangkan untuk suspensi, e34 ini tergolong sangat nyaman. Suspensi empuk, tetapi tidak terasa mengayun. Bisa dibilang sektor kenyamanan suspensi inilah yg membuat e34 unggul telak dibanding e36 (seri 3).

Performa



Dengan engine 3.000 cc V8 DOHC 32 valve, mobil ini punya tenaga yang beringas mencapai 218HP. Sayangnya dengan konvigurasi V8, tenaga yg dahsyat baru terasa diatas 2500rpm, dibawah itu terasa biasa saja. 

Pada mode A, akselerasi mobil ini tidak terlalu istimewa untuk ukuran BMW, tapi pada mode S, sekali tancap gas dijamin badan langsung tersentak tertarik ke belakang. Sangat asyik untuk bermain2 menyalip di Tol, tinggal towel ke mode S, mobil serasa pakai NOS. Wuuush… Meskipun dengan konsekuensi konsumsi bbm yg sangat boros.

Traksi dan Pengereman


Traksi ban Bridgestone Turanza 225/60 -15 yang terpasang di velg 15″ standar BMW seri 5 ini tergolong cukup baik. Beberapa kali terpaksa melakukan hard braking, tidak ada gejala slip, bahkan di kondisi track basah. Hal ini tentunya juga berkat kinerja rem ABS dan power brake yang berfungsi dengan baik. 

Untuk mobil dengan bobot 1.6 ton transmisi matic, saya mengapresiasi kualitas pengereman mobil ini. Meskipun tidak sebaik seri 3 yang memiliki bobot lebih ringan.

Konsumsi BBM



Dengan cara driving masih sering lihat jarum “Fuel Consumption” (tujuan eco drive) tapi terkadang sering lupa, sering main-main dengan mode sport sampai 4500 rpm. Konsumsi BBM rata2 sekitar 7.5km/liter untuk perjalanan Jogja – Cikarang menggunakan Pertamax 92.

Kesimpulan



BMW e34 M60 Individual menawarkan kenyamanan yang baik dengan segudang fitur yg memanjakan tanpa menghilangkan karakter BMW di dalamnya. E34 cocok untuk perjalanan jauh bersama keluarga. Mobil dengan usia 22 tahun yang memiliki teknologi dan kenyamanan diatas rata-rata. Bahkan mobil tua ini masih terasa lebih nyaman dan lebih kencang jika dibandingkan mobil 300jutaan yang baru keluar dari dealer. Trust me!
Pros :

(+) Suspensi nyaman

(+) Kabin cukup luas

(+) Interior mewah dan kaya fitur

(+) Handling stabil di kecepatan tinggi
Cons

(-) Body bongsor, panjang dan lebar

(-) Kurang lincah dibanding seri 3

(-) Boros BBM

(-) Eksterior terkesan jadul
Bro n Sist, silahkan dikomentari…

Secangkir Kopi “OPELET”

Moyudan, 16 April 2016

Kopi bubuk hitam dalam bungkus sachet ini konon hanya beredar di wilayah Bogor dan sekitarnya. Dari rasa dan aromanya, saya dapat mengenali bahwa kopi ini berjenis Arabica. Saya mendapatkan kopi ini dari seorang sahabat saya yaitu pak guru Andi salah satu voluntier tim SERDADU CAHAYA.

Diproduksi oleh industri kecil, dan beredar di kalangan masyarakat bawah, menjadikan kopi ini sangat istimewa bagi saya melebihi keistimewaan rasanya yang pekat, gurih dan khas.

Selepas hujan, menikmati kopi ini di depan rumah di tepi sawah dengan ditemani kueh tradisional, sungguh mampu menghadirkan kepuasan yang tiada tara. Seolah semua keinginan telah terpenuhi. Semua hasrat dan impian menjadi sangat sederhana se sederhana kemasan kopi OPELET ini.

“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Salam ndeso…

Yamaha Scorpio Second Hand

Bro n Sist…
Setelah kepergian Kawasaki ER6n beberapa bulan lalu, sudah gak ada lagi motor batangan di rumah saya. Buat wara-wiri dan luntang-lantung cukup ngandelin Vario 125, kadang pake Panther, yang biaya BBM nya hanya 2.5 kali biaya BBM Vario. Hehehe…
Lama-lama, kangen juga pengen pake motor batangan. Kangen torsi yang melimpah, kangen jalan jauh luntang-lantung kayak dulu. Hehehe…

Continue reading

Harga Jual Kembali Mocin Ini Mengalahkan Honda

Harga Jual Kembali Mocin Ini Mengalahkan Honda

Bro n Sist…
Selama ini yang kita dan orang-orang tahu, Motor dengan harga jual kembali paling tinggi adalah Honda. Mau beli motor, kalo gak mau rugi banyak, beli aja Honda. Di sisi lain, selama ini yang kita tahu, Mocin itu jelek, gampang rusak, dan harga jual kembali jeblok. Gak salah sih… Continue reading

Selamat Jalan Nissan Grand Livina

Selamat Jalan Nissan Grand Livina

Bro n Sist,

Foto diatas saya ambil di bulan Juli lalu, saat Grand Livina Putih terakhir kali menemani kami sekeluarga untuk melakukan perjalanan jauh menuju Kediri. Di tahun keempat, mobil MPV yang sudah menempuh jarak diatas 100.000 KM tersebut sama sekali tidak menunjukkan tanda2 rewel atau sakit-sakitan. Bahkan performa mesinnya masih kencang seperti saat masih baru.

Sebenarnya, di bulan April lalu, mobil ini sudah resmi saya jual ke kantor tempat saya bekerja. Namun, sebagai fasilitas penunjang jabatan Manager, mobil ini pun menjadi inventaris untuk saya gunakan sehari-hari. Baru per tanggal 29 Oktober lalu akhirnya kami benar-benar berpisah setelah saya memutuskan untuk menempuh hidup baru sebagai Wiraswastawan yang merdeka.

Selamat Jalan Nissan Grand Livina

Continue reading

Prediksi Harga Yamaha X-Max 250 Lokal Dibanderol Mulai 46 Jutaan

Prediksi Harga Yamaha X-Max 250 Lokal Dibanderol Mulai 46 Jutaan

Bro n Sist…

Kita ketahui bersama, semester pertama lalu, YIMM telah meluncurkan motor Matic gambot dengan performa yang mumpuni dan dibandrol dengan harga Fantastis yaitu Yamaha N-Max 155 ABS dan Non ABS. Beberapa bualan sebelum N-Max diluncurkan, kita sempat digegerkan dengan Spyshoot dua jenis matic gambot Yamaha, salah satunya adalah N-Max, dan satu lagi sangat mirip dengan Yamaha X-Max yang telah beredar di Eropa sana. Dari sini, bisa diprediksi bahwa YIMM kemungkinan besar akan memproduksi Yamaha X-Max di dalam negeri. Mengingat market Indonesia yang cukup unik dan cenderung mendewakan kubikasi, kemungkinan besar yang akan dipasarkan di dalam negeri adalah X-Max 250. Continue reading

YIMM Tidak Perlu Malu untuk Mengganti Tagline Yamaha MT25 Sekarang Juga

YIMM Tidak Perlu Malu untuk Mengganti Tagline Yamaha MT25 Sekarang Juga

 

Bro n Sist…

Sekali-kali menyuarakan opini gak ada salahnya. Namanya opini, bisa bener bisa juga enggak. Bisa dipertimbangkan, bisa juga dicuekin. 🙂

 

Tagline MT25 Berbau Arogan

Kalo menurut saya, tagline MT25 ini agak riskan! bisa dimaknai mengajak pengguna MT25 merasa menjadi penguasa jalanan. Meskipun mungkin YIMM tidak bermaksud demikian.

 

Jangan remehkan Tagline

Biarpun sekedar slogan, tagline selain sangat melekat dengan produk yang dibranding, juga bisa mempengaruhi prilaku konsumen yang menggunakan produk tersebut. Kita selama ini sudah dibuat was-was dengan maraknya para pengendara motor yang kebut-kebutan di jalan raya yang bisa jadi salah satunya adalah karena pengaruh Tagline “Kencang!”.

 

Dampaknya terhadap wibawa Yamaha MT25 

Jika tagline tersebut terlanjur melekat, dan mulai mempengaruhi para pengguna MT25. Otomatis lambat laun publik khususnya biker enthusias akan memberikan label MT25 = Motor Arogan. Jika sudah demikian, yang dirugikan adalah Brand MT25 itu sendiri, secara Yamaha MT25 bukan Satria FU, target marketnya adalah pengendara motor yang sudah mulai mapan dan dewasa.

 

Belum terlambat

Kalau saja YIMM mau, belum terlambat untuk mengganti tagline. Tidak perlu malu untuk mengoreksi sebuah kesalahan demi menyelamatkan brand image.

 

Bro n Sist, silahkan dikomentari…

Beli Yamaha MT25 Tahun Depan Aja

Beli Yamaha MT25 Tahun Depan Aja

Bro n Sist…

Bukannya latah, bukan juga provokasi, jujur beberapa bulan lalu saya sangat menggebu-gebu menunggu kehadiran Yamaha MT25. Sebagai pengagum R25, ingin rasanya saya memiliki motor dengan performa seperti R25 namun berpenampilan naked. Bahkan, sejak bulan Februari saya rutin berkomunikasi dengan salah seorang sales dealer Yamaha untuk menanyakan kemunculan MT25 ini. Continue reading