[Review] Setahun Bersama Nissan Grand Livina

[Review] Setahun Bersama Nissan Grand Livina

Bro n Sist…

Dalam perjalanan luntang-lantung saya selama ini, beberapa kali saya tidak menggunakan sepeda motor melainkan menggunakan kendaraan harian saya yaitu Nissan Grand Livina tahun 2012.

Kali ini saya mencoba mereview kelebihan dan kekurangan Nissan Grand Livina milik saya.

[Review] Setahun Bersama Nissan Grand Livina

Continue reading

Lupakan Pulsar…!!!

Bro n Sist,

Ditengah ramainya rumor tentang kepergian Bajaj dari Indonesia, secara logis seruan untuk “melupakan pulsar” semakin membahana. Bagaimana tidak, ATPM yang telah menjual puluhan ribu unit motor di Indonesia bakalan pergi begitu saja tanpa memikirkan bagaimana nasib para konsumennya.
Continue reading

Customer Care “SYM” Excellence..!!!

Bro n Sist,

Sambil nabung untuk persiapan luntang lantung, saya sedikit cerita sebuah testimoni dari seorang kawan di negeri seberang sana (Malaysia) mengenai pelayanan SYM Motor terhadap customernya.

Kawan saya yang merupakan pemilik Hyosung Comet Naza Blade 250, menceritakan sebagai berikut:
Continue reading

Fun Rally Motor Pertama di Indonesia

Bro n Sist,

Buat ente yang suka luntang-lantung, mondar-mandir, kasak-kusuk naik motor, ini saatnya ente buktikan kalo ente petualang sejati.

Event yang mulai ramai dibicarakan di “sosmed” ini adalah event yang benar-benar fresh yang bisa menghadirkan pengalaman baru buat bro n sist, terutama bagi yang suka “ngebolang” alias berpetualang.

Continue reading

Kecanduan Nasi Bebek Jatim “Rubain” Mas Olis

Bro n Sist…

Masih via Galaxi mini, kali ini saya coba share tempat kuliner yang paling Dahsyat di Jakarta timur (versi saya). Bagaimana tidak, saya yang sebelumnya paling anti terhadap yang namanya “bebek”, dibuat tergila-gila bahkan rela menempuh jarak puluhan KM demi menikmati satu porsi nasi bebek jatim ini. (kadang nambah)

Continue reading

Utak-atik Hyosung Comet untuk Luntang-lantung

Bro n Sist, masih via Android paket hemat, kali ini saya coba menceritakan proses persiapan Hyosung Comet saya untuk bisa menggantikan pulsar 220F dan pulsar 180 yang benar-benar “Amazing” untuk luntang-lantung / turing keliling jawa bali lombok.

Tak ada gading yang tak retak, setelah melepaskan kedua pulsar saya, baru benar-benar saya sadari bahwa gak ada yang bisa menggantikan pulsar setidaknya di hati saya, bahkan motor V-twin nan gagah dan powerfull sekelas Hyosung Comet.

But, “the show must go on”. Saatnya saya mempersiapkan Hyosung Comet untuk melanjutkan edisi Luntang-lantung yang telah tertunda beberapa waktu.
Continue reading

Kesan Pertama Mengendarai Hyosung Comet ku..

Bro n Sist…

Ini adalah kali kedua saya blogging dengan menggunakan HP android entri level yang sudah berumur 2 tahun yaitu Samsung Galaxi mini. Mudah-mudahan keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat saya untuk menulis.

Sesuai judul tulisan ini, saya mencoba menceritakan tentang kesan pertama naik hyosung comet 250 yang saya jadikan sebagai pengganti bajaj pulsar 220 saya.

Ergonomy

Body Hyosung comet 250 yang setara motor 600cc ini memaksa saya untuk sedikit beradaptasi, terutama posisi stang yang jauh serta jok yang lumayan tinggi (lebih tinggi dari pulsar 220). Dengan postur badan saya yang hanya 174cm berat 68kg, kedua kaki saya harus benar-benar lurus untuk bisa menapak dengan sempurna. Kondisi ini sedikit menyusahkan saat di tengah perjalanan / kemacetan saya harus memundurkan motor, sedangkan untuk menyanggah dan memajukan motor tidak ada masalah.

Posisi foot step yang agak tinggi dan ke belakang, ditambah posisi badan yang harus sedikit merunduk untuk menjangkau stang, membuat motor ini terlalu “racy” untuk motor harian.

Mungkin hanya perlu sedikit beradaptasi dengan monster korea ini.

Handling

Biarpun berbadan besar, ternyata motor ini mudah untuk dikendarai. Bahkan lebih mudah untuk bermanufer jika dibanding dengan pulsar 220. Suspensi depan up side down serta belakang unitrack membuat saya lebih nyaman saat melibas tikungan.

Power & Torque

Untuk urusan ini saya hanya bisa membandingkan dengan dengan ninja 250, karena jujur saya belum pernah mengendarai motor 250cc selain ninja.

Jika dibanding ninja 250, torsi comet di putaran bawah sampai menengah lebih berisi namun di putaran diatas tidak segalak ninja 250. Ada yang bilang, konfigurasi engine V twin di comet adalah kompromi antara mesin torque ala satu silindernya CBR 250 dengan mesin powerfull ala dua silinder inline nya ninja 250. Tapi entahlah, saya belum pernah mengendarai CBR 250.

Bro n sist, sekian dulu cerita singkat menjajal hyosung comet 250. Silahkan dikomentari…